Lompat ke konten utama
←

Dasar Kepemimpinan

Pelajaran 11 dari 16

Gaya kontemporer, delegasi, dan umpan balik

Umpan balik dan coaching sebagai kebiasaan pemimpin

Setelah pelajaran ini kamu bisa menggolongkan kalimat umpan balik ke Start, Stop, atau Continue serta mengenali ciri check-in, coaching, dan umpan balik ke atas.

±14 menitDiperiksa 3 Okt 2026

Latihan di pelajaran ini butuh akun gratis. Progres, kode, dan catatanmu hanya tersimpan di browser ini. Masuk untuk menyimpannya

Materi

Cara menyusun kalimat umpan balik sudah dibahas di kelas lain: tiga jenis umpan balik dan enam pedomannya di Komunikasi Interpersonal, dan model Situation–Behavior–Impact di Manajemen Konflik. Pelajaran ini membahas umpan balik sebagai kebiasaan pemimpin. Playbook manajemen kinerja milik Office of Personnel Management (OPM), lembaga kepegawaian pemerintah Amerika Serikat, menyebut tahap pemantauan sebagai manajemen kinerja waktu nyata lewat komunikasi yang sering. Isinya: menjadikan check-in antara penyelia dan pegawai sebagai hal biasa (playbook itu menyebut check-in dua mingguan untuk menilai kemajuan sasaran, membahas hambatan, dan menawarkan dukungan), memberi umpan balik segera yang bisa ditindaklanjuti begitu tugas selesai, terutama bila ada yang salah atau melampaui harapan, menghimpun masukan dari rekan, bawahan, dan pihak lain, serta memakai model Start, Stop, Continue: perilaku apa yang perlu dimulai, apa yang perlu dihentikan, dan apa yang perlu diteruskan.

Halaman pengembangan kepemimpinan OPM mendefinisikan coaching sebagai pembelajaran empat mata yang praktis dan berfokus pada sasaran: peserta bekerja dengan coach internal atau eksternal yang membantu menetapkan dan memantau kemajuan menuju sasaran. Halaman itu menyebut coaching bersifat sukarela dan tidak dipakai sebagai kewajiban untuk kinerja buruk atau sebagai pengganti tanggung jawab manajemen kinerja penyelia. Umpan balik juga bergerak ke atas. Kotak Managerial Leadership di Principles of Management Bagian 13.7 menyebut banyak manajer lupa meminta umpan balik; menanyakan kepada pegawai bagaimana ia bisa menjadi manajer yang lebih cakap hanya berhasil bila pegawai yakin pendapatnya didengar dan tidak takut dibalas. LibreTexts Bagian 12.5 menambahkan dua hal: pegawai dengan LMX tinggi lebih nyaman meminta umpan balik, dan meminta umpan balik untuk memperbaiki kinerja adalah salah satu cara pegawai membangun hubungan itu.

Kalimat penyelia gudang kepada Agus (karangan)Start–Stop–Continue
Mulai catat nomor palet di formulir sebelum menurunkan barang.Start
Hentikan kebiasaan menumpuk karton melebihi garis merah di rak.Stop
Teruskan pengecekan suhu ruang pendingin tiap pagi seperti minggu ini.Continue

Latihan

0/3 lulus

Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.

Latihan 1 dari 3

Penyelia berkata kepada kasir: “Kebiasaanmu menyapa pelanggan dengan nama sejak bulan lalu, jalankan terus.” Kalimat ini masuk bagian mana dari model Start, Stop, Continue?

Pilih satu jawaban

Latihan 2 dari 3

Seorang kepala bagian mewajibkan staf yang nilainya rendah mengikuti coaching sebagai hukuman. Dengan halaman Federal Coaching OPM, apa yang keliru?

Pilih satu jawaban

Latihan 3 dari 3

Manajer baru membuka kotak saran untuk pertanyaan “bagaimana saya bisa menjadi manajer yang lebih cakap”, tetapi stafnya tahu manajer sebelumnya memindahkan staf yang mengkritik. Bagian 13.7 menyebut umpan balik ke atas ini hanya berhasil bila apa?

Pilih satu jawaban

Catatanmu

Memuat catatan…

tersimpan otomatis, ikut tercetak · 0/4.000

Luluskan semua latihan dulu untuk menandai pelajaran ini selesai.

Lanjutkan ke

Tampilkan 2 lagi