Materi
Lampiran II angka 1 mendefinisikan Integritas sebagai konsisten berperilaku selaras dengan nilai, norma, dan/atau etika organisasi, jujur dalam hubungan dengan manajemen, rekan kerja, bawahan langsung, dan pemangku kepentingan, menciptakan budaya etika tinggi, serta bertanggung jawab atas tindakan atau keputusan beserta risiko yang menyertainya.
| Level | Deskripsi (Lampiran II) | Indikator perilaku, diringkas |
|---|---|---|
| 1 | Mampu bertindak sesuai nilai, norma, etika organisasi dalam kapasitas pribadi | 1.1 tingkah laku sesuai perkataan, berkata sesuai fakta; 1.2 melaksanakan peraturan dan kode etik di tataran pribadi; 1.3 tidak menjanjikan/memberikan sesuatu yang bertentangan dengan aturan |
| 2 | Mampu mengingatkan, mengajak rekan kerja untuk bertindak sesuai nilai, norma, dan etika organisasi | 2.1 mengingatkan dan mengajak rekan kerja bertindak sesuai etika; 2.2 menerapkan norma secara konsisten di unit kerja terkecil; 2.3 memberikan informasi yang dapat dipercaya |
| 3 | Mampu memastikan, menanamkan keyakinan bersama agar anggota yang dipimpin bertindak sesuai nilai, norma, dan etika, dalam lingkup formal | 3.1 memastikan anggota yang dipimpin bertindak sesuai etika; 3.2 memberi apresiasi dan teguran agar anggota selaras dengan nilai dan etika; 3.3 monitoring dan evaluasi penerapan integritas di unit yang dipimpin |
| 4 | Mampu menciptakan situasi kerja yang mendorong kepatuhan pada nilai, norma, dan etika organisasi | 4.1 menciptakan situasi yang mendorong seluruh pemangku kepentingan patuh; 4.2 menerapkan standar etika tinggi dan berani menanggung konsekuensinya; 4.3 berani mengoreksi penyimpangan kode etik orang lain di lingkup instansi meskipun ada risiko |
| 5 | Mampu menjadi role model dalam penerapan standar keadilan dan etika di tingkat nasional | 5.1 mempertahankan standar keadilan dan etika yang dipatuhi pemangku kepentingan di instansi yang dipimpin; 5.2 menjadi teladan di tingkat nasional; 5.3 membuat konsep kebijakan dan strategi penerapan integritas |
Perhatikan siapa sasaran perilakunya di tiap deskripsi: diri sendiri di level 1, rekan kerja di level 2, anggota yang dipimpin di level 3, situasi kerja dan seluruh pemangku kepentingan di level 4, lalu tingkat nasional di level 5. Pergeseran ini tertulis di deskripsi Integritas sendiri. Kompetensi lain punya rumusan sendiri, jadi level selalu ditentukan dari tabel kompetensi yang bersangkutan.
| Perilaku karangan | Indikator |
|---|---|
| Bayu melaporkan jumlah peserta pelatihan apa adanya, meski angkanya di bawah target | 1.1, level 1 |
| Rina mengingatkan rekan satu timnya agar tidak memakai kendaraan dinas untuk urusan pribadi | 2.1, level 2 |
| Seorang kepala badan menyusun konsep kebijakan penerapan sikap integritas di seluruh instansinya | 5.3, level 5 |