Materi
Unit SKKNI G.46RIT00.042.1 meminta harga dan diskon dihitung menurut penentu harga dan kebijakan gerai. Aturan promo, termasuk urutan potongan dan barang mana yang gratis, tertulis di materi promo gerai; kasir menghitung dari aturan itu, tidak menafsirkannya sendiri. OpenStax mencatat bahwa kupon dan potongan bekerja dengan menurunkan harga yang dibayar saat pembelian.
Diskon bertingkat '20% + 10%' bukan diskon 30%. Potongan kedua dihitung dari harga yang sudah turun, sehingga yang dibayar adalah harga × (1 − 0,20) × (1 − 0,10) = harga × 0,72. Watts menegaskan bahwa diskon setara tidak sama dengan jumlah persennya, dan urutan dua potongan persen tidak mengubah hasil. Diskon setara dibahas lebih jauh di kelas Matematika Uang.
Rp200.000 × 0,80 × 0,90 = Rp144.000
(bukan Rp200.000 × 0,70 = Rp140.000)Promo beli X gratis Y dihitung per kelompok X + Y barang: tiap kelompok penuh membebaskan Y barang. Beli 2 gratis 1 untuk 7 botol sejenis memberi dua kelompok penuh, jadi 2 botol gratis dan 5 botol dibayar; botol ketujuh tidak membentuk kelompok.
Voucher rupiah berbeda dengan potongan persen karena urutannya mengubah hasil. Belanja Rp200.000 dengan diskon 10% lalu voucher Rp20.000 menjadi Rp160.000, sedangkan voucher dulu lalu diskon 10% menjadi Rp162.000. Urutan dan syarat minimum voucher selalu diambil dari aturan promo.