Materi
Unit SKKNI G.46RIT00.017.1 mengatur penutupan terminal penjualan. Uang hasil transaksi dipisahkan dari modal kembalian sebelum direkap. Uang tunai dan dokumen nontunai dihitung akurat, rekap terminal dicocokkan dengan keduanya, perbedaannya dilaporkan ke personil yang relevan, dan serah terima pergantian petugas dicatat.
OpenStax menggambarkan pengendalian yang sama. Tiap kasir memegang laci sendiri dengan isi awal tetap, sehingga bila laci hanya dibuka satu orang, kekurangannya bisa ditelusuri ke orang itu. Penutupan laci memakai formulir bernomor urut yang diisi dengan pena. Kesalahan transaksi tidak dikoreksi sendiri oleh kasir, tetapi ditinjau dan disetujui manajer. Penjualan satu shift harus sama dengan tunai yang dihitung ditambah dokumen kartu.
Tunai seharusnya = modal kembalian + penjualan tunai − pengembalian dana tunai
Selisih tunai = hitung fisik laci − tunai seharusnya
Setoran = hitung fisik laci − modal kembalianNontunai dicocokkan per metode: rekap terminal untuk debit, kredit, dan QR dibandingkan dengan slip atau laporan penyelesaian dari penyedianya. Selisih nontunai dicatat di barisnya sendiri dan tidak ditutup dengan uang laci. Selisih laci harian dari sisi pemilik usaha dibahas di kelas Pembukuan UMKM.