Materi
Bank Indonesia merangkum pemeriksaan keaslian uang Rupiah dalam 3D: Dilihat, Diraba, Diterawang. Dilihat: warnanya terang dan jelas, logo BI dalam perisai berubah warna bila dilihat dari sudut berbeda, ada gambar tersembunyi multiwarna, dan ada benang pengaman. Diraba: hasil teknik cetak khusus terasa kasar, begitu juga kode tuna netra, yaitu pasangan garis di sisi kanan dan kiri. Diterawang: tanda air berupa gambar pahlawan dan ornamen tampak, dan rectoverso membentuk logo BI utuh. Di bawah sinar ultraviolet, sebagian cetakan memendar.
Unit SKKNI G.46RIT00.029.1 meminta keaslian transaksi tunai diperiksa sebelum diproses, dan penyimpangan dilaporkan ke personil yang relevan. Unit G.46RIT00.017.1 menyebut personil itu: atasan langsung, pemimpin tim, atau manajer. Uang yang meragukan diperiksa sebelum masuk laci; bila tetap meragukan, transaksinya ditahan dan atasan dipanggil.
Pembayaran nontunai (kartu debit, kartu kredit, kode QR, voucher) tidak menambah isi laci. Unit 017 menyebut dokumen nontunai, seperti slip kartu, voucher, dan pengembalian dana, dihitung terpisah lalu dicocokkan dengan rekap terminal. Rekap per metode bayar memisahkan keduanya: SUMIF menjumlahkan nilai per metode, COUNTIF menghitung banyaknya transaksi.