Materi
Introduction to Business 2e Bagian 8.4 membagi metode menjadi dua. Pelatihan di tempat kerja terjadi di posisi kerja: instruksi jabatan, pendampingan (coaching), penugasan proyek, rotasi jabatan, pemagangan yang menggabungkan praktik dengan kelas, dan mentoring. Pelatihan di luar tempat kerja memakai ruang kelas (studi kasus, bermain peran, ceramah), e-learning, instruksi terprogram yang modular dan diikuti mandiri, serta simulasi. SKKNI unit .032.2 menyebut jenis yang setara: penugasan terstruktur dengan mentor, pembelajaran di kelas, dan daring, baik dipandu instruktur maupun mandiri.
Beginning Management of Human Resources Bagian 8.4 membedakan pendampingan dari mentoring. Pendampingan berjangka pendek dan berfokus pada keterampilan tugas; mentoring berkelanjutan dan menyangkut pengembangan orangnya. Pelatihan daring sinkron dipandu fasilitator pada waktu yang sama, sedangkan yang asinkron diikuti sendiri tanpa fasilitator.
| Metode | Kelemahan yang dicatat Bagian 8.4 |
|---|---|
| Pendampingan di tempat kerja | Bergantung pada kemampuan komunikasi dan waktu pendamping |
| Mentoring | Benturan gaya dan kepribadian; mentee bergantung pada mentor |
| Membayangi kerja (job shadowing) | Ikut meniru kebiasaan buruk atau jalan pintas |
| Bertukar jabatan (job swapping) | Waktu belajar menjadi waktu tidak produktif |
| Kelas dekat lokasi (vestibule) | Menyita waktu dari pekerjaan sebenarnya |
| Daring | Terasa impersonal; terbatas jaringan dan perangkat |
Bagian yang sama menegaskan bahwa program yang baik memakai gabungan beberapa metode. Kelas ini tidak menanyakan metode mana yang terbaik, karena jawabannya bergantung pada peserta, isi, dan anggaran; yang dinilai adalah nama metode dan risiko yang tertulis.