Pecahan a/b berarti satu keseluruhan dibagi menjadi b bagian yang sama besar, lalu diambil a bagian. Angka di bawah garis disebut penyebut dan menyatakan menjadi berapa bagian sesuatu dibagi; angka di atas garis disebut pembilang dan menyatakan berapa bagian yang diambil. Penyebut tidak boleh nol, karena membagi menjadi nol bagian tidak punya arti.
Pecahan yang sama juga terbaca sebagai hasil bagi: 9/12 adalah 9 dibagi 12. Dua cara membaca ini selalu memberi nilai yang sama, dan cara kedua yang dipakai saat pecahan harus diubah menjadi desimal. Pecahan dari sebuah kuantitas dihitung dengan mengalikan: tiga perempat dari 2.400 gram berarti 2.400 dibagi 4 lalu dikali 3.
Di pekerjaan, pecahan muncul pada takaran resep, pembagian shift, potongan kain atau pipa, porsi anggaran per pos, dan laporan yang menyebut “seperempat stok”. Menyebut bagian tanpa menyebut keseluruhannya membuat angka itu tidak bisa diperiksa, jadi keduanya selalu ditulis berpasangan.
Satu loyang kue dipotong 12, lalu 9 potong terjual.
Sebagai bagian : 9 dari 12 bagian yang sama besar -> 9/12 loyang
Sebagai hasil bagi: 9 : 12 = 0,75 loyang
Pecahan dari kuantitas — 3/4 dari 2.400 gram tepung:
Langkah 1 — bagi dengan penyebut : 2.400 : 4 = 600
Langkah 2 — kali dengan pembilang: 600 x 3 = 1.800 gram