Barisan aritmetika adalah barisan yang selisih dua suku berurutannya tetap. Selisih itu disebut beda dan dilambangkan d. Untuk sampai ke suku ke-n dari suku pertama, beda ditambahkan sebanyak n − 1 kali, bukan n kali, karena suku pertama sendiri belum melewati satu langkah pun. Karena itu suku ke-n bernilai a + (n − 1)d.
Jumlah n suku pertamanya punya bentuk yang dapat dijelaskan tanpa penjabaran panjang. Pasangkan suku pertama dengan suku terakhir, suku kedua dengan suku kedua dari belakang, dan seterusnya; setiap pasangan bernilai sama, yaitu a ditambah suku terakhir. Banyak pasangannya n dibagi dua, sehingga jumlahnya menjadi n ÷ 2 dikali (suku pertama + suku terakhir). Bentuk yang setara, n·a + ½n(n − 1)d, dicatat di DLMF sebagai rumus (1.2.10).
Pola ini muncul pada cicilan yang menurun tetap tiap bulan, jumlah kursi tiap baris yang bertambah tetap, dan target harian yang naik tetap. Mengenalinya menghemat waktu karena suku jauh dapat dicapai langsung tanpa menuliskan seluruh barisannya.
Barisan 7, 11, 15, 19, ...
Langkah 1 - beda: 11 - 7 = 4, dan 15 - 11 = 4, jadi d = 4
Langkah 2 - suku ke-20: a + (n - 1)d = 7 + 19 x 4 = 7 + 76 = 83
Langkah 3 - jumlah 20 suku pertama dengan cara pasangan:
pasangan pertama : 7 + 83 = 90
pasangan kedua : 11 + 79 = 90
banyak pasangan : 20 : 2 = 10
jumlah : 10 x 90 = 900