Pemeriksaan pertama adalah besaran. Setiap bilangan dapat ditulis sebagai angka antara satu dan sepuluh dikali pangkat sepuluh, dan pangkat sepuluh hasil kali adalah jumlah kedua pangkatnya. Dari situ banyak digit jawaban sudah dapat dipastikan sebelum digitnya sendiri dihitung, sehingga jawaban yang meleset satu nol langsung gugur.
Pemeriksaan kedua adalah satuan. Satuan ikut terbawa oleh operasinya: rupiah dibagi kilogram menghasilkan rupiah per kilogram, kilometer dibagi jam menghasilkan kilometer per jam, dan rupiah dikali kilogram tidak menghasilkan apa pun yang berguna. Bila satuan hasil tidak sama dengan satuan yang diminta soal, operasinya salah walaupun angkanya rapi.
Pemeriksaan ketiga adalah tanda atau arah. Potongan harga membuat angka mengecil, kenaikan membuatnya membesar, jarak dan waktu tidak pernah negatif, dan selisih stok boleh negatif. Ketiganya dikerjakan dalam hitungan detik dan menyaring sebagian besar kesalahan penekanan tombol sebelum jawabannya ditulis.
Tiga saringan pada satu soal
Soal: upah Rp 1.800.000 dibagi rata ke 24 orang. Berapa per orang?
Besaran : 1,8 x 10^6 dibagi 2,4 x 10^1 -> sekitar 10^5,
jadi jawabannya berdigit enam, sekitar 75.000.
Satuan : rupiah : orang = rupiah per orang (cocok dengan yang diminta)
Tanda : pembagian nilai positif oleh jumlah orang positif -> positif
Jawaban 750.000 gugur di saringan pertama:
750.000 x 24 = 18.000.000, sepuluh kali terlalu besar.