Perkalian dapat dipecah karena sifat distributif: a × (b + c) sama dengan a × b ditambah a × c. Akibatnya sebuah faktor yang sulit boleh diganti bilangan bulat terdekat yang mudah, asalkan selisih penggantian itu dikalikan faktor yang lain lalu ditambahkan atau dikurangkan kembali. Mengalikan dengan 10, 100, dan 1.000 murah karena sistem angka kita berbasis sepuluh: mengalikan sepuluh hanya menggeser tiap digit satu tempat ke kiri.
Dari dua sifat itu lahir empat pemecahan yang menutup sebagian besar soal: kali 5 sama dengan kali 10 lalu bagi 2; kali 25 sama dengan kali 100 lalu bagi 4; kali 9 sama dengan kali 10 lalu kurangi satu kali; dan bagi 5 sama dengan kali 2 lalu bagi 10. Pembagian dikerjakan dengan logika yang sama, hanya arahnya dibalik: membagi 25 berarti mengali 4 lalu membagi 100.
Di meja kerja, pemecahan ini dipakai saat memeriksa nota pemasok, menghitung isi pesanan dari jumlah dus, dan mencocokkan rekap stok sebelum angkanya diketik ke lembar kerja. Hitungannya selesai sebelum kalkulator menyala, dan hasilnya langsung menjadi pembanding ketika angka dari sistem muncul.
Menghitung 38 x 25 tanpa kalkulator
Langkah 1 - ganti 38 dengan 40 yang mudah dikalikan:
40 x 25 = 1.000
Langkah 2 - selisih penggantiannya 40 - 38 = 2 satuan,
dan tiap satuan bernilai 25, jadi koreksinya 2 x 25 = 50.
Langkah 3 - karena tadi dibulatkan ke atas, koreksinya dikurangkan:
1.000 - 50 = 950
Periksa dengan jalan lain: 38 x 100 = 3.800, lalu 3.800 : 4 = 950 (cocok)