Materi
KBBI mengartikan fakta sebagai hal, keadaan, atau peristiwa yang merupakan kenyataan, sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi, dan opini sebagai pendapat, pikiran, atau pendirian. Buku Literacy for College Success di LibreTexts memakai ukuran kerja yang sama: fakta dapat diperiksa atau dibuktikan, dan sering berupa angka atau data; opini adalah pikiran atau perasaan seseorang tentang sebuah topik. Pernyataan yang memuat penilaian seperti terbaik atau mengecewakan, atau keharusan seperti harus dan seharusnya, tidak dapat diperiksa dengan alat ukur, sehingga tergolong opini.
Kerangka PISA 2018 memasukkan pertanyaan tentang tujuan dan sudut pandang penulis ke proses mengevaluasi dan merefleksikan, yaitu menilai bagaimana isi dan bentuk teks mengungkapkan maksud penulisnya. Buku LibreTexts yang sama menyebut nada sebagai sikap penulis terhadap topik atau pembacanya, dan nada itu dibangun lewat diksi, yaitu pilihan kata. Badan Bahasa memberi contoh yang sejalan pada paragraf deskripsi: pola subjektif menggambarkan objek disertai kesan atau opini penulis, pola objektif menggambarkannya apa adanya. Jadi, sikap penulis disimpulkan dari kata yang dapat ditunjuk, bukan ditebak dari topiknya.
Buku LibreTexts juga memperingatkan tentang penghilangan: penulis dapat memilih fakta yang mendukung pendapatnya dan tidak menyebut yang lain, sehingga teks yang tersusun dari kalimat fakta pun bisa berat sebelah.
Contoh
“Taman kota dibuka kembali pada Mei dengan 60 bangku baru. Sayangnya, lampu penerangan belum dipasang. Taman itu kini menjadi tempat paling nyaman di kota.” Kalimat pertama fakta: tanggal dan jumlah bangku dapat diperiksa. Kalimat kedua memuat fakta tentang lampu, tetapi kata sayangnya menunjukkan penulis menyesalkannya. Kalimat ketiga opini: paling nyaman adalah penilaian.
Bacaan latihan
(1) Renovasi Pasar Cempaka selesai pada Juli dengan 240 kios baru. (2) Atap seng lama diganti atap baja ringan, dan lantai tanah kini dilapisi keramik. (3) Sayangnya, sewa kios naik dari Rp150.000 menjadi Rp400.000 per bulan. (4) Kenaikan itu jelas memberatkan pedagang kecil yang sudah puluhan tahun berjualan di sana. (5) Pemerintah kota seharusnya menunda kenaikan sewa sampai pasar kembali ramai.