Materi
KBBI mengartikan konjungsi sebagai kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat. Badan Bahasa membedakan konjungsi intrakalimat, yang menghubungkan klausa di dalam satu kalimat, dan konjungsi antarkalimat, yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lain. Pada soal bacaan, konjungsi antarkalimat adalah penunjuk jalan: ia memberi tahu apakah kalimat berikutnya melanjutkan, menambah, membalik, atau menarik akibat dari kalimat sebelumnya.
Pemilihan konjungsi mengubah informasi. Badan Bahasa memberi contoh bahwa karena menyatakan sebab, sedangkan sehingga menyatakan akibat: dua klausa yang sama dapat bermakna terbalik hanya karena konjungsinya ditukar. Karena itu, sebelum memilih konjungsi, tentukan dulu hubungan dua kalimatnya, baru cari konjungsi yang menandai hubungan itu.
| Hubungan | Konjungsi antarkalimat (daftar Badan Bahasa) |
|---|---|
| Pertentangan | namun, akan tetapi, meskipun demikian, walaupun begitu, sekalipun demikian |
| Penambahan | selain itu, tambahan pula, lagi pula, di samping itu |
| Kebalikan | sebaliknya |
| Penguatan | bahkan, malahan |
| Konsekuensi dan akibat | oleh karena itu, oleh sebab itu, jadi, dengan demikian |
| Waktu | sebelum itu, sesudah itu, kemudian, selanjutnya, pada waktu itu |
| Identifikasi | dengan kata lain, singkatnya, misalnya |
EYD V mengatur tanda bacanya. Tanda koma digunakan di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian. Tanda koma juga digunakan sebelum kata penghubung tetapi, melainkan, dan sedangkan dalam kalimat majemuk pertentangan.
Contoh
“Penjualan payung di toko itu naik tajam pada November. Sebaliknya, penjualan kacamata hitam turun.” Kalimat kedua menyatakan arah yang berkebalikan dari kalimat pertama, sehingga dipakai sebaliknya. Kalau kalimat kedua diganti “Penjualan jas hujan juga naik”, hubungannya menjadi penambahan dan konjungsinya menjadi selain itu.