Lompat ke konten utama
←

Literasi Membaca

Pelajaran 2 dari 20

Proses membaca dan bangun paragraf

Letak gagasan utama: deduktif, induktif, dan campuran

Setelah pelajaran ini kamu bisa menunjuk kalimat utama sebuah paragraf dan menamai jenis paragrafnya dari letak kalimat itu.

±15 menitDiperiksa 28 Sep 2026

Materi

Buku Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Paragraf dari Badan Bahasa menyebut setiap paragraf hanya memuat satu gagasan utama, yang juga disebut gagasan pokok atau ide pokok. Gagasan itu dikemas dalam kalimat topik, atau kalimat utama, sedangkan kalimat lain di paragraf itu adalah pengembang yang memperjelas atau menerangkannya. Kalimat topik berisi pernyataan umum; kalimat pengembang berisi rincian, contoh, angka, atau alasan.

Buku yang sama membagi paragraf menurut letak gagasan utamanya. Paragraf deduktif meletakkan kalimat topik di awal, lalu bergerak ke rincian. Paragraf induktif mengawali dengan peristiwa-peristiwa khusus dan menutupnya dengan simpulan; kalimat simpulan itu sering diawali penanda seperti jadi, akibatnya, oleh karena itu, atau dengan demikian. Paragraf deduktif-induktif, atau campuran, memuat kalimat topik di awal dan di akhir. Paragraf ineratif meletakkannya di tengah. Pada paragraf dengan ide pokok menyebar, tidak ada kalimat topik sama sekali: gagasannya tersirat di seluruh kalimat.

JenisLetak kalimat topikArah
DeduktifAwalUmum ke khusus
InduktifAkhirKhusus ke umum
Deduktif-induktif (campuran)Awal dan akhirUmum, khusus, umum lagi
IneratifTengahPenjelas, topik, penjelas
Ide pokok menyebarTidak adaDisimpulkan pembaca

Buku terbuka Literacy for College Success di LibreTexts memberi dua langkah untuk menemukan gagasan utama. Gagasan utama yang tersurat dapat digarisbawahi langsung. Bila tersirat, tentukan dulu topiknya — kata atau frasa yang dibicarakan paragraf — lalu tanyakan: apa yang dikatakan tentang topik itu? Jawaban pertanyaan itulah gagasan utamanya.

Contoh

“Harga cabai di Pasar Kliwon naik dua kali lipat dalam sepekan. Pedagang sayur mengurangi stok karena pembeli menahan belanja. Warung makan di sekitar pasar memperkecil porsi sambal. Jadi, kenaikan harga cabai terasa di seluruh rantai jual-beli pasar itu.” Tiga kalimat pertama adalah peristiwa khusus. Kalimat keempat, yang diawali jadi, merangkum ketiganya menjadi pernyataan umum. Kalimat topiknya di akhir, sehingga paragraf itu induktif.

Bacaan latihan

Paragraf A: Tanaman lidah buaya dapat tumbuh di pekarangan yang sempit. Tanaman ini cukup ditanam di pot kecil dan tidak meminta tanah yang subur. Penyiramannya cukup dua atau tiga kali sepekan karena daunnya menyimpan air. Anakan yang tumbuh di pangkal batang dapat dipindah ke pot lain tanpa alat khusus. Dengan demikian, lahan terbatas tidak menghalangi orang menanam lidah buaya.

Paragraf B: Sumur di tiga dusun mulai kering pada bulan Agustus. Petani menunda tanam karena saluran irigasi hanya mengalirkan sedikit air. Kemarau tahun ini memukul hampir seluruh kegiatan Desa Randu. Pasar desa sepi karena hasil kebun berkurang. Anak-anak berjalan lebih jauh untuk mengambil air bersih.

Paragraf C: Lampu-lampu rumah padam satu per satu. Suara jangkrik terdengar dari kebun di belakang. Di ujung gang, penjual nasi goreng mendorong gerobaknya pulang. Jalan desa lengang, hanya angin yang menggerakkan daun pisang.

Latihan

0/3 lulus

Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.

Latihan 1 dari 3

Paragraf A tergolong jenis paragraf apa?

Pilih satu jawaban

Latihan 2 dari 3

Di manakah letak kalimat utama Paragraf B?

Pilih satu jawaban

Latihan 3 dari 3

Paragraf C tidak memiliki kalimat topik. Gagasan utama yang tersirat di dalamnya adalah …

Pilih satu jawaban

Catatanmu

Memuat catatan…

tersimpan otomatis, ikut tercetak · 0/4.000

Luluskan semua latihan dulu untuk menandai pelajaran ini selesai.

Lanjutkan ke