Materi
Kerangka PISA 2018 menyebut teks argumentasi menyajikan hubungan antarkonsep atau antarpernyataan dan menjawab pertanyaan mengapa. Subgolongan pentingnya adalah teks persuasif dan teks beropini, yang berisi pendapat dan sudut pandang. PISA menyebut surat pembaca, iklan poster, unggahan forum, dan ulasan buku atau film sebagai contohnya. KBBI mengartikan tajuk rencana sebagai karangan pokok dalam surat kabar, majalah, dan sebagainya, dan menyamakannya dengan editorial. Tajuk yang membela sebuah pendapat tergolong teks argumentasi, sehingga cara membedahnya sama dengan pelajaran ketiga belas.
Buku Literacy for College Success di LibreTexts memberi cara menemukan gagasan utama: tentukan topiknya, lalu tanyakan apa yang dikatakan tentang topik itu. Pada teks opini, jawabannya adalah pendirian penulis, bukan topiknya. Badan Bahasa menyebut paragraf penutup dapat menegaskan kembali tesis dengan kata-kata lain atau memberi simpulan dan saran; karena itu, pendirian di pembuka dapat dicocokkan dengan penutup. Paragraf isi memuat alasan dan bukti yang mendukung pendirian itu atau menolak pendirian lawan.
Pertanyaan evaluasi pada teks opini menilai buktinya. Buku LibreTexts menyebut sumber fakta menentukan bobotnya, dan memperingatkan penulis yang memilih fakta secara selektif. Kerangka PISA meminta pembaca menilai kekuatan klaim dan kredibilitas sumbernya. Tiga pertanyaan kerjanya: dari mana setiap angka berasal, apakah angka itu mendukung seluruh pendirian atau hanya sebagiannya, dan data apa yang belum disebut padahal diperlukan untuk menguji pendirian itu.
Contoh
“Kantin SMA Nusa Bakti harus berhenti menjual minuman kemasan bergula. Unit kesehatan sekolah mencatat 30 siswa mengeluh sakit gigi semester ini. Karena itu, air minum isi ulang gratis perlu disediakan di setiap lantai.” Topiknya minuman di kantin; pendiriannya kantin harus berhenti menjual minuman kemasan bergula. Angka 30 siswa bersumber dari unit kesehatan, tetapi tidak menunjukkan berapa di antara mereka yang meminum minuman kantin. Data itulah yang belum disebut.
Bacaan latihan: Tajuk — Hari Bebas Kendaraan Jangan Dihentikan
Paragraf 1: Pemerintah Kota Wanasari tengah menimbang untuk menghentikan hari bebas kendaraan di Jalan Merdeka, yang sudah berjalan dua tahun setiap Minggu pagi. Alasannya, pemilik toko di sepanjang jalan itu mengeluh omzet mereka turun. Tajuk ini berpendapat sebaliknya: hari bebas kendaraan harus dipertahankan, dan keluhan pemilik toko dijawab dengan penataan, bukan penghentian.
Paragraf 2: Alasan pertama menyangkut udara. Dinas Lingkungan Hidup kota mencatat kadar debu halus di Jalan Merdeka pada Minggu pagi rata-rata 40 persen lebih rendah daripada Minggu pagi sebelum program dimulai. Angka itu diukur dari stasiun pemantau yang sama, di titik yang sama, selama dua tahun.
Paragraf 3: Alasan kedua menyangkut warga. Panitia mencatat rata-rata 6.000 pengunjung setiap Minggu pagi, sebagian besar keluarga yang berjalan kaki, bersepeda, atau berolahraga bersama. Ruang semacam ini sulit ditemukan di kota yang hanya memiliki dua taman umum.
Paragraf 4: Keluhan pemilik toko tidak boleh diabaikan. Namun, satu-satunya dasar yang diajukan untuk mendukungnya adalah pengakuan lisan beberapa pemilik toko dalam rapat dengar pendapat. Tidak ada catatan penjualan yang dibandingkan antara Minggu sebelum dan sesudah program dimulai. Di sisi lain, lima puluh pedagang kaki lima yang diberi lapak di ujung jalan justru meminta jam program diperpanjang.
Paragraf 5: Karena itu, pemerintah kota tidak perlu tergesa-gesa. Langkah pertamanya adalah mengumpulkan catatan penjualan toko selama beberapa bulan, lalu menata tempat parkir di jalan-jalan samping supaya pembeli tetap dapat mencapai toko. Menghentikan program tanpa data sama dengan mengorbankan udara bersih dan ruang bermain warga demi keluhan yang belum terbukti.