Materi
Badan Bahasa membedakan dua jenis kalimat pengembang. Kalimat pengembang langsung (mayor) menjelaskan kalimat topik secara langsung. Kalimat pengembang taklangsung (minor) menjelaskan kalimat topik melalui kalimat pengembang langsung, sehingga letaknya sesudah kalimat pengembang langsung yang dijelaskannya. Hubungan ketiganya berjenjang: topik, penjelas langsung, lalu penjelas dari penjelas.
Paragraf yang baik memenuhi beberapa syarat. Kesatuan terpenuhi bila hanya ada satu gagasan utama dan semua kalimat penjelas mengacu kepadanya; kalimat yang sama sekali tidak berkaitan dengan gagasan utama harus dikeluarkan, dan paragraf yang memuat dua gagasan utama dipecah menjadi dua. Kelengkapan terpenuhi bila semua informasi yang dituntut kalimat topik sudah tercakup: kalimat topik yang menyebut beberapa faktor harus dijelaskan dengan lebih dari satu penjelas.
Buku Literacy for College Success di LibreTexts memakai pola P.I.E. untuk membedah paragraf: Point (pokok yang diklaim), Information (data, pengalaman, atau rincian yang mendukung pokok itu), dan Ending (kalimat yang menutup paragraf atau menjembatani ke paragraf berikutnya). Setiap kalimat di paragraf yang utuh dapat ditempatkan di salah satu dari tiga peran itu; kalimat yang tidak mendapat tempat adalah kalimat sumbang.
Contoh
“(1) Koperasi sekolah menjual alat tulis dengan harga di bawah toko sekitar. (2) Pulpen dijual Rp2.000, sedangkan toko di depan sekolah menjualnya Rp3.000. (3) Buku tulis dijual Rp4.500, lebih murah Rp1.000 daripada di toko. (4) Perpustakaan sekolah menambah rak baru bulan lalu. (5) Selisih harga itu berasal dari pembelian langsung ke distributor.” Kalimat (1) adalah topik. Kalimat (2) dan (3) adalah pengembang langsung. Kalimat (5) menjelaskan selisih harga yang disebut di (2) dan (3), jadi pengembang taklangsung. Kalimat (4) membicarakan perpustakaan, bukan harga alat tulis: kalimat itulah yang merusak kesatuan.
Bacaan latihan
(1) Ruang baca Kelurahan Mekarsari kini buka sampai pukul delapan malam. (2) Perpanjangan jam itu diminta para pelajar yang pulang sekolah sore hari. (3) Sebagian besar dari mereka memakai ruang baca untuk mengerjakan tugas kelompok. (4) Untuk melayani jam tambahan, kelurahan menugaskan dua petugas secara bergiliran. (5) Lapangan voli di samping kelurahan baru saja dicat ulang. (6) Setiap petugas mendapat jatah jaga tiga malam dalam sepekan.