Materi
Olivier Bagian 6.4 menyusun harga jual dari tiga bagian: biaya barang (C), beban operasional per unit (E), dan laba (P), sehingga S = C + E + P. Beban mencakup sewa, gaji, dan biaya operasional lain yang dibebankan ke tiap unit. Bila barang diobral tepat di titik impas, laba saat obral bernilai nol, sehingga harga obral impas sama dengan biaya ditambah beban: S obral = C + E.
Bagian yang sama mencatat dua akibatnya. Pertama, di titik impas markup saat obral hanya menutup beban. Kedua, potongan harga rupiahnya sama persis dengan laba per unit di harga reguler: seluruh laba dikorbankan, tidak lebih. Dari situ diskon maksimum dalam persen adalah potongan rupiah dibagi harga reguler, dikali 100. Diskon di atas angka itu berarti barang dijual rugi.
Contoh sebuah toko elektronik. Harga reguler setrika Rp250.000, biayanya Rp160.000, dan beban per unit Rp40.000. Langkah pertama, hitung harga obral impas. Langkah kedua, hitung potongan rupiahnya. Langkah ketiga, ubah menjadi persen terhadap harga reguler.
S obral impas = 160.000 + 40.000 = 200.000
Potongan = 250.000 − 200.000 = 50.000 (= laba per unit di harga reguler)
Diskon maksimum = 50.000 ÷ 250.000 × 100 = 20%