Materi
Buku Organizational Behavior di LibreTexts Bagian 15.2 mendefinisikan budaya organisasi sebagai sistem asumsi, nilai, dan keyakinan bersama yang menunjukkan kepada karyawan perilaku mana yang pantas dan tidak. Mengikuti Schein, budaya punya tiga tingkat. Paling dalam, di bawah kesadaran, ada asumsi dasar: keyakinan yang diterima begitu saja tentang manusia dan kenyataan. Di tengah ada nilai: prinsip, standar, dan tujuan bersama. Di permukaan ada artefak: unsur budaya yang terlihat dan teraba, seperti tata ruang kantor, kebijakan pintu terbuka, dan acara perusahaan.
LibreTexts Bagian 14.3 memuat model perubahan terencana tiga tahap dari Lewin. Unfreezing memastikan anggota siap menerima perubahan: menyusun visi, mengomunikasikan rencana, menumbuhkan rasa mendesak, membangun koalisi, memberi dukungan, dan melibatkan karyawan. Changing adalah pelaksanaan perubahan: terus mendukung, menciptakan kemenangan kecil, dan menyingkirkan hambatan. Refreezing membuat perubahan menetap: mengumumkan hasilnya, membangun di atas perubahan sebelumnya, memberi imbalan bagi yang mengadopsinya, dan menjadikannya bagian budaya. Bagian yang sama menyebut empat reaksi terhadap perubahan: perlawanan aktif (menyabotase atau menentang terbuka), perlawanan pasif (tidak suka tetapi diam, bahkan diam-diam mencari kerja lain), kepatuhan (ikut tanpa antusiasme), dan dukungan antusias.
| Unsur di sebuah perusahaan rintisan (karangan) | Tingkat Schein |
|---|---|
| Ruang kerja tanpa sekat dan papan ide di pantri | Artefak |
| Nilai tertulis “terbuka dan saling membantu” | Nilai |
| Keyakinan yang tak pernah dibicarakan bahwa semua orang pada dasarnya ingin berkontribusi | Asumsi dasar |