Materi
OpenStax Organizational Behavior Bagian 7.3 menjelaskan teori harapan lewat tiga unsur. Harapan usaha–kinerja (E1) adalah peluang yang dirasakan bahwa usaha akan menghasilkan kinerja. Harapan kinerja–hasil (E2), yang catatan kaki bagian itu sebut juga instrumentalitas, adalah peluang yang dirasakan bahwa kinerja akan membawa suatu hasil. Valensi (V) adalah seberapa diinginkan hasil itu: positif untuk yang diinginkan, negatif untuk yang tidak diinginkan, nol untuk yang tidak dipedulikan. Catatan kaki kedua bagian itu menuliskan gaya motivasi sebagai F = E1 × Σ(E2 × V): tiap hasil, E2-nya dikali valensinya, hasil kali itu dijumlahkan, lalu jumlahnya dikali E1.
Teori keadilan Adams, di bagian yang sama, menyatakan orang membandingkan rasio hasil terhadap input dirinya dengan rasio orang pembanding. Input adalah apa yang disumbangkan, seperti waktu, usaha, dan kinerja; hasil adalah apa yang diterima, seperti gaji dan pengakuan. Rasio sama berarti keadilan. Rasio sendiri lebih besar berarti ketidakadilan imbalan lebih (overreward); lebih kecil berarti ketidakadilan imbalan kurang (underreward). Bagian 7.3 mendaftar reaksi untuk memulihkannya: mengubah input atau hasil sendiri, mengubah input atau hasil pembanding, memelintir persepsi, memilih pembanding lain, atau keluar.
| Contoh (karangan) | Hitungan |
|---|---|
| Kurir: E1 = 0,5; bonus E2 = 0,6, V = 0,8; pujian E2 = 0,9, V = 0,4 | F = 0,5 × (0,48 + 0,36) = 0,42 |
| Kasir A: Rp500 ribu per minggu untuk 25 transaksi per jam | Rasio = 20 ribu per transaksi |
| Kasir B: Rp600 ribu untuk 25 transaksi per jam | Rasio 24 > 20: A mengalami imbalan kurang, B imbalan lebih |