Materi
OpenStax Organizational Behavior Bagian 13.1 mendefinisikan kekuasaan sebagai kemampuan seseorang atau kelompok untuk memperoleh kepatuhan orang lain, sedangkan wewenang adalah hak untuk memintanya. Bagian itu memuat lima basis kekuasaan dari French dan Raven. Kekuasaan rujukan (referent) muncul karena orang mengagumi kualitas pribadi atau reputasi pemegangnya. Kekuasaan keahlian (expert) muncul dari pengetahuan yang relevan bagi orang lain. Kekuasaan sah (legitimate) muncul karena orang merasa pemegangnya berhak, dan bergantung pada jabatan resmi. Kekuasaan imbalan (reward) muncul dari kendali atas imbalan yang diinginkan. Kekuasaan paksaan (coercive) bersandar pada rasa takut akan hukuman.
Bagian yang sama menyebut tanggapan bawahan: komitmen paling mungkin muncul bila dipakai kekuasaan rujukan atau keahlian; kepatuhan tanpa antusiasme bila dipakai kekuasaan sah atau imbalan; dan perlawanan bila dipakai kekuasaan paksaan.
Bagian 12.8 menggambarkan pemimpin transaksional sebagai sangat berorientasi tugas dan menawarkan insentif sebagai imbalan atas tindakan yang diinginkan, sedangkan pemimpin transformasional memengaruhi lewat visi. LibreTexts Bagian 12.5 merinci empat alat pemimpin transformasional: karisma, motivasi inspirasional (visi yang menggugah), stimulasi intelektual (menantang kebiasaan dan mendorong berpikir kreatif), dan perhatian individual (kepedulian pada kesejahteraan tiap pengikut). Pemimpin transaksional memakai tiga cara: imbalan kontingen, manajemen dengan pengecualian aktif (mencegah masalah sebelum terjadi), dan manajemen dengan pengecualian pasif (baru turun tangan setelah ada yang salah).
| Kejadian di sebuah kantor notaris (karangan) | Golongan |
|---|---|
| Staf menuruti saran kepala kantor soal akta tanah karena ia paling paham hukum pertanahan | Kekuasaan keahlian |
| Staf datang tepat waktu karena takut dipotong uang makan | Kekuasaan paksaan |
| Kepala kantor memberi bonus bagi staf yang menyelesaikan akta sebelum tenggat | Transaksional: imbalan kontingen |