Materi
OpenStax Organizational Behavior Bagian 12.4 membahas pendekatan sifat. Tinjauan Locke dan rekan menyebut sifat inti pemimpin yang berhasil: dorongan (drive), motivasi memimpin, kejujuran dan integritas, kepercayaan diri, kemampuan kognitif, dan pengetahuan tentang bisnisnya. Sifat saja tidak cukup; pengetahuan, keterampilan, visi, dan pelaksanaannya juga dibutuhkan.
Bagian 12.5 membahas pendekatan perilaku. Studi Ohio State menemukan dua kelompok perilaku: consideration, yang berorientasi hubungan (mendukung, ramah, terbuka, menghargai ide anggota), dan initiating structure, yang berorientasi tugas (menjadwalkan kerja, menentukan apa dan bagaimana dikerjakan, merencanakan, mengoordinasi). Pemimpin bisa menunjukkan keduanya sekaligus. Studi Michigan menemukan pasangan serupa: berpusat pada pekerjaan dan berpusat pada anggota.
Bagian 12.6 membahas pendekatan situasional. Model Fiedler menilai seberapa menguntungkan situasi bagi pemimpin dari tiga faktor, berurutan menurut kepentingannya: hubungan pemimpin–anggota, struktur tugas, dan kekuasaan jabatan. Teori path-goal dari House dan Evans menyebut empat gaya, masing-masing cocok untuk keadaan tertentu: suportif untuk tugas yang membosankan atau menekan, direktif saat peran tidak jelas, partisipatif saat tugas tidak terstruktur dan anggota punya keahlian, dan berorientasi prestasi yang menetapkan sasaran menantang dan menunjukkan keyakinan pada kemampuan anggota.
| Perilaku kepala dapur sebuah katering (karangan) | Golongan |
|---|---|
| Membagi jadwal masak per jam dan menentukan urutan pengerjaan tiap menu | Initiating structure |
| Menanyakan kabar juru masak yang baru pulih dari sakit | Consideration |
| Juru masak baru bingung apa tanggung jawabnya; kepala dapur menjelaskan standar dan aturan kerja | Path-goal: direktif |