Materi
OpenStax Organizational Behavior Bagian 3.2 menyebut tiga penghalang persepsi sosial yang akurat. Stereotip memberikan sifat kepada seseorang hanya berdasarkan golongannya, seperti usia, jenis kelamin, atau suku. Persepsi selektif menyaring informasi yang tidak ingin didengar dan memusatkan perhatian pada yang menonjol bagi pengalaman sendiri. Pertahanan persepsi mengabaikan atau memelintir informasi yang mengancam atau bertentangan dengan keyakinan lama. Bagian 3.1 menambahkan efek halo: satu kesan positif mewarnai penilaian atas sifat lain; kebalikannya, dari kesan negatif, disebut efek tanduk.
LibreTexts Bagian 3.4 menambahkan dua kecenderungan. Kesan pertama bertahan lama, bahkan setelah orang tahu kesan itu berasal dari informasi yang salah. Stereotip dapat melahirkan ramalan yang memenuhi diri sendiri: orang memperlakukan orang lain seolah stereotip itu benar, lalu tanggapan orang tersebut tampak membenarkannya.
Atribusi adalah cara kita menjelaskan sebab perilaku orang. Kelas Psikologi Dasar sudah membahas galat atribusi fundamental; di sini dipakai model Kelley dari Bagian 3.3, yang menimbang tiga hal: konsensus (apakah orang lain berbuat sama), konsistensi (apakah orang itu berbuat sama pada kesempatan lain), dan kekhasan (apakah ia berbuat berbeda pada situasi berbeda). Konsensus tinggi, konsistensi tinggi, dan kekhasan tinggi mengarah ke atribusi eksternal. Konsensus rendah, konsistensi tinggi, dan kekhasan rendah mengarah ke atribusi internal. Bagian itu juga menyebut bias melayani diri: keberhasilan diakui hasil usaha sendiri, kegagalan disalahkan ke pihak lain.
| Kejadian di sebuah kantor akuntan (karangan) | Pola | Atribusi |
|---|---|---|
| Semua staf telat menyerahkan laporan pajak bulan ini; Rara hanya telat bulan ini, di tugas lain ia tepat waktu | Konsensus tinggi, konsistensi rendah, kekhasan tinggi | Cenderung eksternal |
| Hanya Rino yang telat; ia telat tiap bulan dan juga telat di rapat serta tugas lain | Konsensus rendah, konsistensi tinggi, kekhasan rendah | Internal |