Materi
OpenStax Organizational Behavior Bagian 9.2 mendefinisikan social loafing sebagai kecenderungan anggota kelompok mengurangi usahanya pada tugas kelompok. Gejala ini muncul bila orang menganggap tugasnya tidak penting atau sederhana, bila hasil kerja perorangan tidak bisa dikenali, dan bila anggota menduga rekannya juga akan bermalas-malasan. LibreTexts Bagian 9.2 menambahkan bahwa efeknya membesar seiring bertambahnya ukuran kelompok, dan penangkalnya adalah membagi tugas tiap anggota secara jelas di depan seluruh kelompok serta menilai sumbangan tiap orang.
LibreTexts Bagian 11.4 mendefinisikan groupthink sebagai kecenderungan menghindari penilaian kritis atas gagasan yang disukai kelompok, dan mendaftar delapan gejala dari Janis: ilusi kebal (optimisme berlebihan dan berani mengambil risiko ekstrem), rasionalisasi bersama (meremehkan peringatan), keyakinan pada moralitas kelompok (mengabaikan akibat etis), pandangan stereotip terhadap pihak luar (meremehkan kemampuan pesaing), tekanan langsung pada anggota yang membantah, sensor diri (anggota menyimpan keraguannya), ilusi kebulatan suara (diam dianggap setuju), dan penjaga pikiran (anggota yang menahan informasi yang bertentangan agar tidak sampai ke kelompok). OpenStax Bagian 6.6 menyebut penunjukan anggota sebagai devil's advocate, yang sengaja berperan sebagai pengkritik, untuk menekan groupthink.
| Kejadian di sebuah koperasi (karangan) | Golongan |
|---|---|
| Tugas “kumpulkan data anggota” diberikan ke delapan pengurus tanpa pembagian; hasilnya sedikit | Social loafing: hasil perorangan tidak bisa dikenali |
| Rapat menepis laporan kas yang janggal: “ah, bulan lalu juga begitu dan tidak ada apa-apa” | Groupthink: rasionalisasi bersama |