Materi
Stanford d.school menyebut lima mode sebagai komponen design thinking: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Dek kartu Design Thinking Bootleg memberi tiap kartu warna mode asalnya, dan halaman d.school menyatakan pemakainya boleh mulai dari kartu mana saja. Jadi kelimanya disebut mode, bukan anak tangga yang wajib dinaiki satu per satu.
Isi tiap mode menurut kartu pembukanya. Empathize memahami pengguna lewat tiga kegiatan: mengamati perilaku mereka dalam konteks hidupnya, berinteraksi dan mewawancarai mereka, serta merasakan sendiri pengalaman mereka. Define mengolah temuan empati menjadi kebutuhan dan wawasan, lalu merumuskan pernyataan masalah yang disebut Point of View. Ideate menghasilkan banyak alternatif yang beragam; d.school menyebutnya mode melebar (flare), bukan memfokus. Prototype mewujudkan gagasan dalam bentuk fisik yang murah, misalnya dinding kertas tempel atau permainan peran. Test menaruh prototipe beresolusi rendah dalam konteks hidup pengguna untuk mengumpulkan umpan balik, dan hasilnya bisa memaksa tim merumuskan ulang Point of View.
| Kegiatan di proyek aplikasi antrean puskesmas (karangan) | Mode d.school |
|---|---|
| Duduk di ruang tunggu dan mencatat apa yang dilakukan pasien | Empathize (observe) |
| Menulis: "Lansia butuh tahu giliran tanpa terus berdiri di loket" | Define (Point of View) |
| Tim menulis 40 gagasan dalam 10 menit tanpa menilai | Ideate |
| Membuat layar antrean dari kardus | Prototype |
| Meletakkan layar kardus itu di ruang tunggu dan mengamati reaksi pasien | Test |