Materi
Jhangiani dkk. menjelaskan bahwa skala Likert, yang dikembangkan Rensis Likert pada 1930-an, menyajikan beberapa pernyataan, positif maupun negatif, lalu responden menyatakan setuju atau tidak pada skala lima titik dari sangat tidak setuju sampai sangat setuju. Angka tiap jawaban dijumlahkan menjadi satu skor sikap. Pernyataan negatif dikodekan terbalik supaya arah skornya sama; pada skala 1–5, nilai terbalik sama dengan 6 dikurangi jawaban. Buku itu menegaskan skala penilaian tunggal belum tentu skala Likert.
System Usability Scale (SUS) karya John Brooke adalah skala Likert sepuluh butir dengan jawaban 1 sampai 5. Butirnya berselang-seling: butir ganjil bernada positif, butir genap bernada negatif, supaya responden harus membaca setiap pernyataan. Aturan skornya: untuk butir 1, 3, 5, 7, dan 9, kontribusinya jawaban dikurangi 1; untuk butir 2, 4, 6, 8, dan 10, kontribusinya 5 dikurangi jawaban. Setiap kontribusi bernilai 0 sampai 4. Jumlah kontribusi dikalikan 2,5, sehingga skornya berentang 0 sampai 100. Brooke menegaskan skor per butir tidak bermakna sendiri, dan responden yang tidak bisa menjawab satu butir diminta memilih titik tengah.
Jawaban satu responden (karangan): 3 3 4 2 3 2 4 3 3 3
Butir ganjil (jawaban − 1): 2 + 3 + 2 + 3 + 2 = 12
Butir genap (5 − jawaban): 2 + 3 + 3 + 2 + 2 = 12
Skor SUS = (12 + 12) × 2,5 = 60