Lompat ke konten utama

Kompetisi Ajak Teman: hadiah total Rp1.000.000 tunai untuk 3 pengajak terbanyak. Berakhir 29 November 2026. Ikut kompetisi

←

Metodologi Penelitian

Pelajaran 13 dari 21

Desain, sampel, dan alat ukur

Teknik pengambilan sampel

Setelah pelajaran ini kamu bisa menghitung rasio sampel dan nomor terpilih pada sampel sistematis, menghitung jatah sampel berlapis proporsional, dan menamai teknik sampel dari skenarionya.

±18 menitDiperiksa 1 Okt 2026

Materi

Bhattacherjee Bagian 8.2 menjelaskan empat teknik probabilitas utama. Sampel acak sederhana memberi peluang yang sama kepada setiap himpunan bagian kerangka sampel; contoh di bagian itu memberi setiap anggota angka acak dengan RAND, mengurutkannya, lalu mengambil n teratas. Sampel sistematis mengurutkan kerangka menurut suatu kriteria, menghitung rasio sampel k = N/n, memilih titik awal secara acak di antara k anggota pertama, lalu mengambil setiap anggota ke-k sesudahnya. Sampel berlapis membagi kerangka ke lapisan yang homogen dan tidak tumpang tindih, lalu mengambil sampel acak sederhana di tiap lapisan; pada versi proporsional, jatah tiap lapisan sebanding dengan ukurannya, sedangkan versi nonproporsional melebihkan lapisan kecil dan hasilnya perlu dibobot. Sampel kluster membagi populasi yang tersebar ke kelompok, umumnya menurut wilayah, mengundi beberapa kluster, lalu mengukur semua unit di kluster terpilih. Teknik-teknik itu bisa digabung menjadi sampel bertahap ganda.

Bagian 8.3 menjelaskan teknik non-probabilitas. Sampel kemudahan mengambil siapa saja yang mudah dijangkau dan berguna untuk menguji coba instrumen. Sampel kuota membagi populasi ke kelompok seperti pada sampel berlapis, tetapi memilih orangnya tidak secara acak sampai jatah tiap kelompok terpenuhi. Sampel ahli memilih responden karena keahliannya. Sampel bola salju meminta responden awal merekomendasikan orang lain yang memenuhi syarat, dan dipakai untuk populasi yang sulit dijangkau atau tidak punya kerangka sampel.

Contoh hitungan karangan. Kerangka sampel berisi N = 1.200 anggota koperasi dan dibutuhkan n = 80, jadi k = 1.200 ÷ 80 = 15. Undian di antara nomor 1 sampai 15 menghasilkan 9, sehingga yang terpilih nomor 9, 24, 39, dan seterusnya; anggota terpilih ke-m berada di nomor 9 + (m − 1) × 15. Untuk sampel berlapis proporsional, bila koperasi itu terdiri atas 600 petani, 300 pedagang, dan 300 perajin, dan n = 120, jatahnya 120 × 600 ÷ 1.200 = 60, lalu 30, dan 30.

TeknikCiri pembedanya
Acak sederhanaLangsung diundi dari seluruh kerangka
SistematisTitik awal acak, lalu setiap anggota ke-k
BerlapisDiundi terpisah di setiap lapisan
KlusterYang diundi kelompoknya; semua anggota kelompok terpilih diukur
KuotaJatah per kelompok diisi tanpa undian
Bola saljuResponden merekomendasikan responden berikutnya

Latihan

0/3 lulus

Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.

Latihan 3 dari 3

Pewawancara karangan berdiri di gerbang kampus dan menanyai mahasiswa yang lewat. Ia berhenti menanyai mahasiswa Fakultas Teknik setelah terkumpul 30 orang karena jatah fakultas itu 30, sambil terus menanyai mahasiswa fakultas lain sampai jatah masing-masing penuh. Menurut Bhattacherjee Bagian 8.3, teknik ini apa?

Pilih satu jawaban

Catatanmu

Memuat catatan…

tersimpan otomatis, ikut tercetak · 0/4.000

Luluskan semua latihan dulu untuk menandai pelajaran ini selesai.

Lanjutkan ke