Materi
Bhattacherjee Bagian 5.3 membagi desain menjadi positivis, untuk menguji teori, dan interpretif, untuk membangun teori. Eksperimen memisahkan sebab dari akibat dalam waktu, memberi perlakuan kepada kelompok perlakuan dan tidak kepada kelompok kontrol, dan membagi subjek dengan penugasan acak; Bagian 10.5 menyebut desain yang tidak memakai penugasan acak sebagai kuasi-eksperimen. Survei lapangan tidak memanipulasi apa pun: pada survei potong lintang peubah bebas dan terikat diukur pada saat yang sama, sedangkan pada survei longitudinal peubah terikat diukur belakangan. Analisis data sekunder memakai data yang sudah dikumpulkan pihak lain. Studi kasus menyelidiki satu atau beberapa situs secara mendalam dalam waktu panjang. Kelompok terarah mempertemukan 6 sampai 10 orang selama 1,5 sampai 2 jam dan cocok untuk penelitian eksploratif. Riset aksi dan etnografi dibahas di pelajaran kualitatif. OpenStax Introduction to Sociology Bagian 2.2 memuat daftar metode yang serupa.
Bagian 5.1 menilai mutu desain dengan empat atribut. Validitas internal atau kausalitas menuntut tiga syarat: sebab dan akibat berubah bersama, sebab mendahului akibat, dan tidak ada penjelasan alternatif. Validitas eksternal adalah kemampuan hasil digeneralisasi ke populasi atau ke orang, tempat, dan waktu lain. Validitas konstruk menilai apakah alat ukur benar-benar mengukur konstruk yang dimaksud. Validitas kesimpulan statistik menilai apakah uji statistiknya tepat dan asumsinya terpenuhi.
Bagian 10.1 mendaftar ancaman validitas internal pada desain pratest-pascates. Sejarah: peristiwa luar di tengah studi yang ikut mengubah hasil. Pematangan: perubahan alami pada subjek seiring waktu. Pengujian: jawaban pascates terpengaruh pratest. Instrumentasi: alat tes pratest dan pascates berbeda tingkat kesulitannya. Mortalitas: subjek keluar dari studi secara tidak acak. Regresi ke rata-rata: skor yang ekstrem di pratest cenderung mendekati rata-rata di pascates.
| Kejadian di program pelatihan karangan (pratest-pascates) | Ancaman validitas internal |
|---|---|
| Soal pascates jauh lebih mudah daripada soal pratest | Instrumentasi |
| Peserta masih ingat soal pratest saat mengerjakan pascates | Pengujian |
| Peserta yang dipilih karena skor pratestnya paling rendah naik skornya tanpa sebab yang jelas | Regresi ke rata-rata |