Lompat ke konten utama

Kompetisi Ajak Teman: hadiah total Rp1.000.000 tunai untuk 3 pengajak terbanyak. Berakhir 29 November 2026. Ikut kompetisi

←

Metodologi Penelitian

Pelajaran 18 dari 21

Mengolah data, kualitatif, etika, dan laporan

Penelitian kualitatif: desain, koding, dan ketelitian

Setelah pelajaran ini kamu bisa mengenali desain kualitatif, tahap pengodean grounded theory, dan empat kriteria ketelitian penelitian interpretif.

±14 menitDiperiksa 1 Okt 2026

Materi

Bhattacherjee Bagian 12.5 membahas desain interpretif. Studi kasus menyelidiki gejala secara mendalam di satu atau beberapa situs. Riset aksi memperkenalkan tindakan ke dalam situasi nyata lalu mengamati hasilnya; versi partisipatoris dari Susman dan Evered berjalan dalam siklus lima tahap: diagnosis, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, evaluasi, dan pembelajaran. Etnografi menuntut peneliti tenggelam dalam suatu budaya selama delapan bulan sampai dua tahun dan menulis catatan lapangan yang rinci. Datanya, menurut Bagian 12.4, berasal dari wawancara, observasi, dan dokumen.

Bagian 13.1 menjelaskan grounded theory dari Glaser dan Strauss (1967), dirinci Strauss dan Corbin. Pengodean terbuka membaca teks baris demi baris untuk menemukan konsep, lalu mengelompokkan konsep yang mirip ke kategori. Pengodean aksial merangkai kategori menjadi hubungan sebab-akibat, dengan memilah mana yang kondisi, mana tindakan atau interaksi, dan mana konsekuensi. Pengodean selektif menetapkan satu kategori inti dan menghubungkannya secara sistematis dengan kategori lain. Pengodean berlanjut sampai kejenuhan teoretis, yaitu ketika data tambahan tidak lagi mengubah kategori inti atau hubungannya. Seluruh proses ini disebut perbandingan konstan, dibantu memo.

Bagian 12.6 menjelaskan bahwa ukuran ketelitian positivis tidak berlaku dengan cara yang sama untuk penelitian interpretif, lalu memakai empat kriteria Lincoln dan Guba (1985). Dependabilitas, padanan keandalan: peneliti lain dengan bukti yang sama sampai pada kesimpulan yang sama. Kredibilitas, padanan validitas internal: kesimpulan bisa dipercaya pembaca, diperkuat keterlibatan lama di lapangan, triangulasi, dan transkrip kata demi kata. Konfirmabilitas: partisipan menyetujui tafsiran peneliti. Transferabilitas, padanan validitas eksternal: deskripsi konteks yang tebal agar pembaca bisa menilai sendiri apakah temuannya berlaku di tempat lain.

Kutipan wawancara karanganKode terbukaKategori
"Relawan kami tinggal tiga orang sejak musim panen."relawan berkurangKekurangan tenaga
"Akhirnya kami bikin jadwal piket bergilir per RT."piket bergilirSiasat pengelola
"Setoran warga jadi telat dua minggu."setoran tertundaDampak operasional

Latihan

0/3 lulus

Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.

Latihan 1 dari 3

Setelah membuat 40 kode terbuka dari wawancara pengelola bank sampah, peneliti karangan menyusun kategori "kekurangan relawan" sebagai kondisi, "jadwal piket bergilir" sebagai tindakan, dan "setoran sampah terlambat" sebagai konsekuensi. Menurut Bhattacherjee Bagian 13.1, ini tahap pengodean apa?

Pilih satu jawaban

Latihan 2 dari 3

Peneliti karangan menulis deskripsi konteks yang sangat rinci tentang desa, pengelola, dan aturan bank sampah yang ia teliti, agar pembaca bisa menilai sendiri apakah temuannya berlaku di desa lain. Menurut Bhattacherjee Bagian 12.6, kriteria apa yang dipenuhi?

Pilih satu jawaban

Latihan 3 dari 3

Dalam siklus riset aksi Susman dan Evered di Bhattacherjee Bagian 12.5, tahap apa yang langsung mengikuti pelaksanaan tindakan?

Pilih satu jawaban

Catatanmu

Memuat catatan…

tersimpan otomatis, ikut tercetak · 0/4.000

Luluskan semua latihan dulu untuk menandai pelajaran ini selesai.

Lanjutkan ke