Materi
Bhattacherjee Bagian 2.3 menyebut proposisi sebagai hubungan tentatif antarkonstruk yang dinyatakan dalam bentuk pernyataan. Proposisi berada di bidang teoretis, sehingga tidak bisa diuji langsung. Hipotesis adalah rumusan empiris dari proposisi, yaitu hubungan antarpeubah yang mengukur konstruk-konstruk itu. Hipotesis bisa diuji dengan data dan ditolak bila data tidak mendukungnya. OpenStax Introduction to Sociology Bagian 2.1 menambahkan bahwa hipotesis sering ditulis dalam bentuk jika-maka dan memuat peubah bebas sebagai sebab serta peubah terikat sebagai akibat.
Bagian 2.3 membedakan kekuatan hipotesis. Hipotesis lemah hanya menyatakan bahwa dua peubah berhubungan. Hipotesis yang lebih kuat menyatakan arah, misalnya berhubungan positif. Hipotesis yang lebih kuat lagi menyatakan arah dan sebab-akibat, misalnya berpengaruh positif terhadap. Pernyataan yang tidak menyebut peubah bebas dan terikat, seperti "mahasiswa pada dasarnya cerdas", bukan hipotesis ilmiah.
Jhangiani dkk. Bab 4 memberi tiga ciri hipotesis yang baik. Dapat diuji dan dapat difalsifikasi: harus mungkin mengumpulkan bukti yang membantahnya bila ia keliru. Logis: diturunkan dari teori atau pengamatan, umumnya secara deduktif dari teori, atau secara induktif bila belum ada teori. Positif: menyatakan adanya hubungan atau efek, bukan ketiadaannya. Cara menguji hipotesis secara statistik, termasuk hipotesis nol, dibahas di kelas Uji Statistik dengan Python dan Statistika Inferensial.
| Versi hipotesis (karangan) | Menyatakan arah? | Menyatakan sebab-akibat? |
|---|---|---|
| Lama bimbingan per bulan berhubungan dengan lama penyelesaian skripsi. | Tidak | Tidak |
| Lama bimbingan per bulan berhubungan negatif dengan lama penyelesaian skripsi. | Ya | Tidak |
| Lama bimbingan per bulan berpengaruh negatif terhadap lama penyelesaian skripsi. | Ya | Ya |