Materi
Bhattacherjee Bagian 2.4 merumuskan teori sebagai seperangkat konstruk dan proposisi yang saling terkait secara sistematis untuk menjelaskan dan meramalkan suatu gejala dalam batas dan asumsi tertentu. Teori bukan lawan fakta; fakta justru dipakai untuk menguji teori. Bagian yang sama membedakan teori dari model. Model merepresentasikan sebagian atau seluruh sistem, misalnya untuk meramal cuaca dari kecepatan angin dan kelembapan, tanpa harus menjelaskan mengapa sesuatu terjadi. Teori berusaha menjelaskan.
Bagian 4.2 memakai empat blok bangunan teori dari Whetten (1989). Konstruk menjawab apa: konsep mana yang penting untuk menjelaskan gejala. Proposisi menjawab bagaimana: bagaimana konstruk-konstruk itu berhubungan. Logika menjawab mengapa: alasan yang membenarkan hubungan itu, perekat yang membuat proposisi tidak sewenang-wenang. Batas dan asumsi menjawab siapa, kapan, dan di mana: dalam keadaan apa teori itu berlaku.
Bagian 2.2 menyebut seluruh jaringan hubungan antarkonstruk dalam sebuah studi sebagai jaringan nomologis, digambar dengan kotak dan panah. Kelas ini memakai istilah kerangka teori untuk uraian konstruk, proposisi, logika, dan batas yang dipinjam dari pustaka, dan kerangka berpikir untuk gambar jaringan nomologis yang dirancang untuk studimu; pedoman kampus bisa memakai istilah atau isi yang berbeda. Bagian 3.2 menambahkan gunanya: teori membantu memilih konstruk yang relevan, sedangkan tanpa teori peneliti cenderung mengukur banyak konstruk yang kurang relevan. Jhangiani dkk. Bab 4 menggambarkan siklusnya: teori melahirkan hipotesis, hipotesis diuji dengan studi, lalu teori dievaluasi ulang dan direvisi bila perlu.
| Blok Whetten | Isi teori karangan tentang penyelesaian skripsi |
|---|---|
| Konstruk (apa) | Dukungan pembimbing, efikasi diri menulis, kecepatan penyelesaian skripsi |
| Proposisi (bagaimana) | Dukungan pembimbing meningkatkan efikasi diri; efikasi diri mempercepat penyelesaian |
| Logika (mengapa) | Umpan balik yang jelas membuat mahasiswa yakin sanggup menyelesaikan tiap bab, dan keyakinan itu membuatnya tekun |
| Batas dan asumsi (siapa, kapan, di mana) | Mahasiswa sarjana yang bertemu pembimbing tatap muka paling tidak sebulan sekali |