Materi
Bhattacherjee Bagian 8.1 membagi proses penarikan sampel menjadi tiga tahap. Pertama, tetapkan populasi sasaran: semua orang atau benda dengan ciri yang ingin dipelajari, sesuai unit analisisnya. Kedua, pilih kerangka sampel: bagian populasi yang bisa diakses, umumnya berupa daftar beserta kontaknya. Ketiga, pilih sampel dari kerangka itu dengan teknik yang jelas. Kerangka sampel belum tentu mewakili populasi; contoh di bagian itu, daftar 500 perusahaan terbesar tidak mewakili seluruh perusahaan yang kebanyakan berukuran kecil dan menengah. OpenStax Introduction to Sociology Bagian 2.2 menambahkan bahwa keberhasilan studi bergantung pada seberapa baik sampel mewakili populasinya.
Bagian 8.2 menjelaskan sampel probabilitas: setiap unit di populasi punya peluang terpilih yang bukan nol dan diketahui, dan ada pemilihan acak pada salah satu tahapnya. Karena itu galat sampling bisa diperkirakan dan hasilnya bisa digeneralisasi. Bagian 8.3 menjelaskan sampel non-probabilitas: sebagian unit berpeluang nol atau peluangnya tidak bisa ditentukan. Galat samplingnya tidak bisa diperkirakan, dan hasilnya tidak bisa digeneralisasi ke populasi, meski tetap berguna, misalnya untuk menguji coba instrumen.
Bagian 9.4 menyebut bias sampling sebagai salah satu bias survei. Survei daring cenderung kelebihan orang muda dan kekurangan orang yang tidak punya akses internet. Bertanya kepada populasi yang keliru, misalnya bertanya kepada guru tentang cara belajar siswanya, juga termasuk bias sampling. Ukuran sampel yang dihitung dari galat baku dibahas di kelas Statistika Inferensial.
| Studi karangan: kepuasan pelanggan PDAM Kota F | Isinya |
|---|---|
| Populasi sasaran | Semua rumah tangga pelanggan PDAM Kota F |
| Kerangka sampel | Daftar 48.000 nomor sambungan aktif di sistem tagihan bulan Agustus |
| Sampel | 400 nomor sambungan yang diundi dari daftar itu |
| Yang tidak terjangkau kerangka | Rumah tangga yang memakai sambungan tetangga dan tidak punya nomor sendiri |