Materi
Jhangiani dkk. Bab 2 menyebut bahwa ide penelitian harus diubah menjadi pertanyaan yang dapat diuji secara empiris, yaitu pertanyaan tentang satu peubah atau tentang hubungan antarpeubah. Untuk satu peubah, tanyakan seberapa sering atau seberapa kuat suatu perilaku atau ciri. Bila itu sudah terjawab penelitian lain, ubah menjadi pertanyaan hubungan dengan empat pancingan: apa kemungkinan penyebabnya, apa kemungkinan akibatnya, jenis orang mana yang lebih banyak atau lebih sedikit menunjukkannya, dan situasi mana yang lebih banyak atau lebih sedikit memicunya.
Bhattacherjee Bagian 3.2 menjelaskan bahwa pertanyaan penelitian adalah pertanyaan spesifik tentang perilaku, peristiwa, atau gejala yang ingin dijawab, dan bisa berbentuk apa, mengapa, bagaimana, atau kapan. Pertanyaan yang terlalu sempit dengan jawaban ya atau tidak dinilai kurang berguna. Bagian 1.5 menghubungkan bentuk pertanyaan dengan jenis studi: pertanyaan apa, di mana, dan kapan mengarah ke penelitian deskriptif, sedangkan pertanyaan mengapa dan bagaimana mengarah ke penelitian eksplanatif.
Tujuan penelitian menyatakan apa yang hendak dicapai untuk menjawab rumusan itu, jadi kata kerjanya mengikuti jenis pertanyaannya. Rumusan deskriptif dijawab dengan tujuan mendeskripsikan atau mengukur; rumusan eksplanatif dijawab dengan tujuan menjelaskan atau menguji pengaruh. Jumlah butir rumusan, bentuk kalimat tanyanya, dan letaknya di naskah ditetapkan pedoman kampus masing-masing.
| Langkah (karangan) | Hasilnya |
|---|---|
| Ide umum | Kebiasaan begadang mahasiswa tingkat akhir |
| Pertanyaan satu peubah | Berapa rata-rata jam tidur per malam mahasiswa tingkat akhir di Kampus A selama semester ini? |
| Pertanyaan hubungan (kemungkinan akibat) | Apakah jam tidur per malam berhubungan dengan jumlah bab yang selesai direvisi per bulan? |
| Pertanyaan hubungan (jenis situasi) | Apakah jam tidur lebih pendek pada pekan menjelang seminar proposal dibandingkan pekan biasa? |