Materi
Diagram pencar menempatkan setiap pasangan nilai sebagai satu titik: peubah penjelas di sumbu mendatar dan peubah respons di sumbu tegak. Dari situ terbaca arah hubungan (naik atau turun), bentuknya (lurus atau melengkung), kekuatannya (titik rapat atau menyebar), dan pencilan. Koefisien korelasi Pearson r merangkum arah dan kekuatan hubungan yang lurus dalam satu angka antara −1 dan 1. Nilai mendekati 1 berarti titik-titik nyaris segaris naik, mendekati −1 nyaris segaris turun, dan mendekati 0 berarti tidak ada pola lurus — walaupun bisa saja ada pola melengkung.
CORREL(larik1, larik2) menghitung r. Untuk menguji apakah korelasi di populasi berbeda dari nol, statistiknya t = r × √(n − 2) ÷ √(1 − r²) dengan derajat bebas n − 2, dan nilai p-nya T.DIST.2T(|t|, n − 2). Contoh: sepuluh pasang data dengan r = 0,7 memberi t = 0,7 × √8 ÷ √0,51 = 2,77 dan nilai p 0,024.
Korelasi tidak membuktikan sebab-akibat. Penjualan es dan kasus kulit terbakar matahari sama-sama naik di hari panas: keduanya berkorelasi karena peubah ketiga, yaitu cuaca, bukan karena yang satu menyebabkan yang lain. Hanya percobaan terkendali yang bisa menunjukkan sebab-akibat.
=CORREL(A2:A11,B2:B11)
=E2*SQRT(10-2)/SQRT(1-E2^2) statistik t untuk r di E2, n = 10