Materi
Uji hipotesis memeriksa apakah data sampel cukup kuat untuk menolak sebuah klaim tentang populasi. Klaim yang diuji disebut hipotesis nol H0 dan selalu memuat tanda sama dengan: “rata-rata isi kemasan = 250 ml”. Lawannya, hipotesis alternatif H1, adalah yang ingin ditunjukkan data: “≠ 250” untuk uji dua sisi, atau “< 250” dan “> 250” untuk uji satu sisi. Arah H1 ditetapkan dari pertanyaannya sebelum data dilihat, bukan dari arah selisih yang kebetulan muncul.
Langkahnya: hitung statistik uji yang mengukur jarak hasil sampel dari H0 dalam satuan galat baku, lalu hitung nilai p — peluang mendapat hasil sejauh itu atau lebih jauh bila H0 benar. Bila nilai p lebih kecil daripada taraf nyata α yang ditetapkan di awal (sering 0,05), H0 ditolak. Contoh: statistik z = 2,1 pada uji dua sisi memberi nilai p 2 × (1 − NORM.S.DIST(2,1; TRUE)) = 0,036, jadi H0 ditolak pada α = 0,05. Untuk statistik t, T.DIST.2T(|t|, derajat bebas) memberi nilai p dua sisi dan T.DIST.RT memberi nilai p ekor kanan.
Keputusan bisa keliru dua arah. Galat tipe I terjadi bila H0 yang sebenarnya benar ditolak; peluangnya α. Galat tipe II terjadi bila H0 yang sebenarnya salah gagal ditolak. Menurunkan α mengurangi galat tipe I tetapi menambah peluang galat tipe II untuk ukuran sampel yang sama.
=2*(1-NORM.S.DIST(ABS(B2),TRUE)) nilai p dua sisi untuk z di B2
=T.DIST.2T(ABS(B3),B4) nilai p dua sisi untuk t di B3, derajat bebas di B4
=T.DIST.RT(B3,B4) nilai p ekor kanan