Materi
Skor baku atau skor z menyatakan sebuah nilai dalam satuan simpangan baku dari rata-ratanya: z = (x − μ) ÷ σ. Nilai di atas rata-rata ber-z positif, di bawah rata-rata negatif. Karena satuannya sama, skor z bisa membandingkan dua nilai dari ukuran yang berbeda. Contoh: target penjualan cabang Solo rata-ratanya 120 unit dengan simpangan baku 15, dan cabang Makassar 200 unit dengan simpangan baku 40. Penjual di Solo yang menjual 150 unit punya z = 2; penjual di Makassar yang menjual 260 unit punya z = 1,5. Angka 260 lebih besar, tetapi relatif terhadap cabangnya, penjual Solo lebih menonjol.
Pada sebaran normal baku (μ = 0, σ = 1), NORM.S.DIST(z, TRUE) memberi luas di sebelah kiri z, yang dapat dibaca sebagai persentil: z = 2 berada di atas 97,7% nilai. Aturan empiris merangkum sebaran normal dengan tiga angka: sekitar 68% nilai berada dalam jarak satu simpangan baku dari rata-rata, sekitar 95% dalam dua simpangan baku, dan sekitar 99,7% dalam tiga simpangan baku. Nilai dengan |z| di atas 3 sangat jarang pada data yang benar-benar normal, sehingga layak diperiksa ulang.
=STANDARDIZE(150,120,15) skor z = 2
=NORM.S.DIST(2,TRUE) 0,977: persentil ke-97,7