Materi
Uji t satu sampel membandingkan rata-rata sampel dengan sebuah nilai patokan μ0. Statistiknya t = (x̄ − μ0) ÷ (s ÷ √n), berderajat bebas n − 1, dan nilai p dua sisinya T.DIST.2T(|t|, n − 1). Excel tidak menyediakan fungsi uji t satu sampel, jadi rumus ini disusun sendiri dari AVERAGE, STDEV.S, SQRT, dan COUNT. Contoh: sembilan bungkus kopi berlabel 200 gram memberi rata-rata 197 gram dengan simpangan baku 4 gram. Statistiknya (197 − 200) ÷ (4 ÷ 3) = −2,25, dan T.DIST.2T(2,25; 8) = 0,055. Pada α = 0,05, H0 gagal ditolak.
Untuk membandingkan dua kelompok, T.TEST(larik1, larik2, ekor, tipe) langsung mengembalikan nilai p. Argumen ekor bernilai 2 untuk uji dua sisi. Argumen tipe memilih ujinya: 1 untuk data berpasangan — orang atau barang yang sama diukur dua kali, sebelum dan sesudah; 2 untuk dua sampel bebas dengan ragam yang dianggap sama; 3 untuk dua sampel bebas tanpa menganggap ragamnya sama (uji Welch). Tipe 3 aman dipakai bila tidak ada alasan kuat bahwa ragam kedua kelompok sama.
Data berpasangan wajib diuji berpasangan. Selisih setiap pasangan menghapus perbedaan antarorang yang besar, sehingga perubahan kecil yang konsisten terlihat jelas.
=(AVERAGE(A2:A10)-200)/(STDEV.S(A2:A10)/SQRT(COUNT(A2:A10))) statistik t satu sampel
=T.TEST(B2:B9,C2:C9,2,3) dua sampel bebas, Welch
=T.TEST(B2:B9,C2:C9,2,1) berpasangan