Materi
KBBI mengartikan faktur sebagai daftar barang kiriman yang dilengkapi keterangan nama, jumlah, dan harga yang harus dibayar. Halaman Wayne State merinci isi yang wajib ada pada faktur pemasok agar bisa dibayar: nomor faktur, tanggal faktur, nomor PO pembeli, kuantitas, uraian barang atau jasa, harga satuan dan harga perluasan (jumlah baris), ongkos kirim bila ada, nama pemasok beserta alamat pembayarannya, dan syarat pembayaran seperti jatuh tempo dan potongan. Nomor PO di faktur adalah pengait: tanpanya, faktur tidak bisa dipasangkan dengan persetujuan pembeliannya.
PO memuat sisi yang sama dari pembeli: nomor dan tanggal PO, nama pemasok, uraian, kuantitas, harga satuan yang disepakati, syarat pembayaran, dan persetujuan pejabat yang berwenang. Jumlah baris selalu kuantitas dikalikan harga satuan, dan total faktur adalah jumlah semua baris ditambah ongkos kirim. SKKNI meminta isi dokumen diperiksa keakuratannya saat diterima, jadi memeriksa perkalian tiap baris adalah pekerjaan admin, bukan hanya bagian keuangan.
Contoh faktur CV Kertas Nusantara untuk Kantor Notaris Rahayu di Solo, PO-0219:
Kertas HVS A4 15 rim × Rp52.000 = Rp780.000
Map kancing 4 boks × Rp38.500 = Rp154.000
Ongkos kirim = Rp25.000
Total faktur = Rp959.000