Materi
OpenStax §8.3 menyebut dokumen bernomor cetak berurut sebagai salah satu pengendalian internal: nomor urut memberi jaminan bahwa semua penjualan tercatat. Bila formulir tidak bernomor, pesanan bisa dibuat dan uangnya diambil tanpa jejak. Bila bernomor, satu nomor yang hilang dari urutan langsung terlihat dan bisa ditanyakan. Kalau ada kesalahan tulis, OpenStax meminta pegawai yang mengubahnya membubuhkan paraf pada perubahan itu — lembarnya tidak dibuang, karena membuang lembar bernomor justru membuat celah di urutan.
Kantor di Indonesia sering memakai pola kode jenis/nomor urut/bulan/tahun, misalnya FJ/0127/X/2026 untuk faktur penjualan ke-127 di bulan Oktober 2026. Nomor urut ditulis dengan jumlah digit tetap dan nol di depan; panduan penamaan Harvard menjelaskan alasannya: komputer mengurutkan teks karakter demi karakter, sehingga 0009 berada sebelum 0010 sedangkan 9 berada sesudah 10. Di lembar kerja, TEXT(angka,"0000") mengubah angka urut menjadi empat digit, dan tanda & menyambung potongan teks.
="SJ/"&TEXT(B14,"0000")&"/"&C14&"/"&D14