Materi
Alur penjualan adalah cermin alur pembelian. Calon pelanggan bertanya harga, penjual mengirim penawaran harga yang memuat nomor, tanggal, nama pelanggan, barang, harga, masa berlaku, serta syarat pembayaran dan pengiriman. Penawaran belum menjadi penjualan. OpenStax §7.1 memberi contoh toko buku kampus: formulir pesanan yang diisi pembeli adalah PO bagi pembeli dan pesanan penjualan bagi toko, sekaligus dokumen sumber yang membuktikan barang dipesan — tetapi pada titik itu belum ada penjualan.
Setelah pesanan pelanggan diterima, penjual mencatatnya sebagai pesanan penjualan. Dari pesanan itu, gudang menerima daftar ambil barang (picking ticket) — dokumen yang memberi tahu pegawai gudang barang apa yang dipesan pelanggan dan harus diambil dari rak. OpenStax menyebut, bila pelanggan mengeluh barangnya tidak datang, perusahaan bisa menelusuri pesanan asli, daftar ambil, dokumen pengiriman, dan tanda tangan pelanggan satu per satu. Masa berlaku penawaran dihitung dari tanggal penawaran: penawaran bertanggal 10 Mei yang berlaku 14 hari berakhir pada 24 Mei.
Contoh: CV Kayu Indah di Jepara mengirim penawaran Q-0091 bertanggal 2 Februari 2026 kepada Kafe Rumah Kopi untuk 24 kursi jati, berlaku 21 hari, jadi sampai 23 Februari. PO kafe masuk 12 Februari, masih di dalam masa berlaku, lalu dicatat sebagai pesanan penjualan SO-0140.