Materi
Communication in the Real World Bagian 5.2 mengelompokkan hambatan mendengarkan. Hambatan lingkungan dan fisik mencakup tata letak ruang, bunyi di sekitar, serta gangguan fisiologis dan psikologis. Hambatan kognitif muncul karena pikiran bekerja lebih cepat daripada ucapan, sehingga ada ruang untuk melamun. Hambatan personal mencakup kurang persiapan, pesan yang buruk, dan prasangka. Bagian yang sama menamai enam praktik buruk: menyela sebagai kebiasaan, mendengar terdistorsi, menguping, mendengar agresif (menyimak untuk menyerang), mendengar narsistik (membelokkan percakapan ke diri sendiri), dan pseudo-listening (berpura-pura menyimak).
Bagian 5.3 merumuskan mendengarkan aktif sebagai paduan perilaku luar yang positif dengan kerja pikiran yang positif: bersiap menyimak, menjaga fokus, memberi isyarat balik verbal dan nonverbal, lalu bertanya dan memparafrasekan. Parafrase adalah menyatakan ulang pesan dengan kata sendiri untuk memeriksa pemahaman. Pertanyaan klarifikasi meminta definisi, penjelasan, atau uraian. Dias dalam Human Relations Bagian 4.2 menambahkan bahwa pembeda mendengar pasif dari aktif adalah umpan balik: pendengar pasif menganggap sudah paham, pendengar aktif memeriksanya kepada pembicara.
Contoh parafrase di bagian keuangan: "Jadi kuitansi di atas lima juta perlu dua tanda tangan, dan yang di bawahnya cukup satu, betul?"