Materi
Dias dalam Human Relations Bagian 4.2 membagi cara orang berkomunikasi menjadi tiga gaya, dengan hak sebagai ukurannya. Komunikator pasif menaruh hak orang lain di atas haknya sendiri; ia cenderung meminta maaf, terdengar ragu, dan diam saat diperlakukan tidak adil. Komunikator agresif membela haknya sambil melanggar hak orang lain, dengan pesan tersirat bahwa perasaan orang lain tidak penting. Komunikator asertif membela haknya sambil menjaga hak orang lain: langsung, tetapi tidak menghina.
Tabel di bagian yang sama merinci cirinya. Secara verbal, gaya pasif tampak dari permintaan maaf dan suara yang terlalu lirih; gaya asertif memakai pernyataan "saya" dan suara mantap; gaya agresif memakai pernyataan "kamu" dan suara keras. Secara nonverbal, gaya pasif menunduk atau membuang pandang, gaya asertif menatap langsung dengan postur santai, dan gaya agresif menatap tajam, mengepalkan tangan, atau menunjuk. Dias juga menamai gaya pasif-agresif: tampak pasif di depan, lalu menyalurkan rasa tidak sukanya secara tidak langsung, misalnya lewat sindiran.
Contoh pernyataan asertif di bagian administrasi: "Saya perlu rekap absensi paling lambat tanggal 25 supaya gaji bisa saya proses tepat waktu."