Materi
Organizational Behavior Bagian 14.1 merumuskan konflik sebagai proses ketika orang atau kelompok bereaksi terhadap pihak lain yang menghalangi, atau akan menghalangi, rencana, tujuan, keyakinan, atau kegiatannya. Jenisnya empat: konflik tujuan (hasil yang diinginkan berbeda), kognitif (gagasan atau pendapat bertentangan), afektif (perasaan atau sikap tidak cocok), dan perilaku (tindakan seseorang tidak diterima pihak lain). Tingkatnya juga empat: intrapersonal (di dalam diri satu orang), interpersonal (antara dua orang), antarkelompok, dan antarorganisasi. Buku itu menambahkan bahwa konflik bisa fungsional atau disfungsional, sehingga tugas manajer adalah mengelolanya, bukan menghapusnya.
Bagian 14.2 mengutip Robert Miles tentang faktor pemicu konflik: saling ketergantungan tugas, ketidaksesuaian status, ketidakjelasan wewenang (tanggung jawab tidak jelas letaknya), masalah komunikasi, ketergantungan pada sumber daya bersama, tidak adanya standar kinerja bersama, dan perbedaan individu. Bagian yang sama memuat model proses konflik Kenneth Thomas dengan empat tahap: frustrasi, konseptualisasi, perilaku, dan hasil.
Contoh: bagian keuangan dan bagian operasional sebuah koperasi sama-sama meminta satu-satunya mobil dinas pada hari yang sama. Tingkatnya antarkelompok, dan sumbernya ketergantungan pada sumber daya bersama.