Materi
Communication in Practice karya Rose mencatat bahwa model gaya konflik paling terkenal dikembangkan Kenneth Thomas dan Ralph Kilmann pada 1974, berupa kisi dua dimensi. Organizational Behavior Bagian 14.2 menamai kedua dimensinya: asertivitas, yaitu sejauh mana satu pihak ingin memenuhi kepentingannya sendiri, dan kooperativitas, yaitu sejauh mana ia ingin memenuhi kepentingan lawannya.
Dari dua dimensi itu lahir lima gaya. Bersaing: asertif dan tidak kooperatif, berusaha menang. Mengakomodasi: tidak asertif dan kooperatif, mengikuti kehendak pihak lain. Menghindar: tidak asertif dan tidak kooperatif, tidak ada pembicaraan langsung tentang konfliknya. Kompromi: sedang pada kedua dimensi; Communication in the Real World Bagian 6.2 menyebutnya menang-kalah sebagian, bukan menang-menang. Kolaborasi: asertif dan kooperatif, mencari solusi yang menguntungkan kedua pihak.
Bagian 14.2 juga memuat situasi yang cocok untuk tiap gaya. Bersaing saat tindakan cepat sangat penting, seperti keadaan darurat. Kolaborasi saat kepentingan kedua pihak terlalu penting untuk dikompromikan. Kompromi untuk penyelesaian sementara atau di bawah tekanan waktu. Menghindar saat isunya remeh atau informasi perlu dikumpulkan dulu. Mengakomodasi saat kita sadar diri kita keliru.