Materi
Communication in the Real World Bagian 5.3 membedakan dua gaya komunikasi budaya. Pada gaya konteks rendah, sebagian besar makna datang dari kata-kata, sehingga pembicara memberi rincian eksplisit. Pada gaya konteks tinggi, sebagian besar makna datang dari isyarat nonverbal dan konteks, keheningan pun bermakna, dan pendengar dituntut memperhatikan hal di luar kata. Buku itu mencatat bahwa budaya konteks rendah cenderung berpandangan waktu monokronik, sedangkan budaya konteks tinggi cenderung polikronik.
Principles of Management Bagian 6.2 mengutip Geert Hofstede, yang merumuskan budaya sebagai pemrograman pikiran bersama yang membedakan satu kelompok dari kelompok lain. Survei Hofstede terhadap karyawan IBM di banyak negara menghasilkan empat dimensi awal. Jarak kekuasaan: sejauh mana masyarakat menerima perbedaan kekuasaan dan wewenang. Individualisme–kolektivisme: apakah fokusnya pada individu atau kelompok. Penghindaran ketidakpastian: seberapa nyaman orang dengan risiko dan situasi tak terduga; masyarakat yang menghindarinya menyukai aturan dan petunjuk yang jelas. Maskulinitas: sejauh mana masyarakat menekankan kemajuan dan penghasilan. Communication for Business Success Bagian 18.4 menambahkan orientasi waktu dan menegaskan bahwa tiap dimensi adalah rentang, bukan dua kotak.
Contoh: kantor yang mengharuskan setiap keputusan kecil disetujui direktur, dan staf yang jarang membantah atasan, menggambarkan jarak kekuasaan tinggi.