Lompat ke konten utama
←

Komunikasi Interpersonal di Tempat Kerja

Pelajaran 16 dari 16

Gaya konflik, budaya, dan pelanggan

Misi: keluhan di toko pakaian daring

Setelah pelajaran ini kamu bisa menggolongkan tanggapan, gaya konflik, dan menghitung NPS pada satu kasus keluhan pelanggan.

±17 menitDiperiksa 27 Sep 2026

Materi

Fajar bekerja di layanan pelanggan sebuah toko pakaian daring di Bandung. Bu Ratna menelepon karena paketnya tiba tiga hari lewat janji dan satu kancing kemejanya lepas. Setelah mendengarkan, Fajar berkata, "Jadi paket Ibu terlambat tiga hari dan kancingnya lepas satu, betul, Bu?" Bu Ratna lalu meminta voucer belanja sebagai ganti ruginya.

Di kantor, Fajar dan Gilang dari gudang berselisih tentang siapa yang harus menegur kurir. Manajer mereka berkata, "Kita bahas minggu depan setelah data keterlambatan sebulan terkumpul." Survei kepuasan bulan itu mendapat 80 jawaban: 28 promotor, 20 pasif, dan 32 detraktor. Misi ini memakai istilah dari seluruh kelas pada satu kasus.

Latihan

0/4 lulus

Misi akhir modul: luluskan minimal 4 dari 4 tugas. Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.

Latihan 1 dari 4

Kalimat Fajar, "Jadi paket Ibu terlambat tiga hari dan kancingnya lepas satu, betul, Bu?", adalah contoh apa?

Pilih satu jawaban

Latihan 2 dari 4

Permintaan voucer belanja oleh Bu Ratna termasuk harapan apa dalam daftar pemulihan layanan Bagian 9.2?

Pilih satu jawaban

Latihan 3 dari 4

"Kita bahas minggu depan setelah data keterlambatan sebulan terkumpul." Gaya konflik apa yang dipakai manajer, dan situasi mana di Bagian 14.2 yang cocok dengannya?

Pilih satu jawaban

Latihan 4 dari 4

Dari survei 80 jawaban (28 promotor, 20 pasif, 32 detraktor), berapa Net Promoter Score toko itu?

Catatanmu

Memuat catatan…

tersimpan otomatis, ikut tercetak · 0/4.000

Luluskan semua latihan dulu untuk menandai pelajaran ini selesai.

Lanjutkan ke