Materi
Psychology 2e Bagian 7.2 mendefinisikan bahasa sebagai sistem komunikasi yang memakai kata beserta aturan sistematis untuk menyusunnya. Bahasa punya leksikon (kosakata) dan tata bahasa. Fonem adalah satuan bunyi dasar sebuah bahasa; APA Dictionary of Psychology mencontohkan /p/ dan /b/ sebagai fonem bahasa Inggris karena keduanya membedakan pan dari ban. Morfem adalah satuan terkecil yang membawa makna; APA mencontohkan books yang terdiri dari dua morfem, book dan akhiran -s penanda jamak. Semantik adalah cara makna diperoleh dari morfem dan kata, sedangkan sintaksis adalah cara kata disusun menjadi kalimat.
Anak yang sedang belajar bahasa kadang menerapkan aturan pada kata pengecualian, misalnya menjamakkan mouse menjadi mouses. Bagian 7.2 menyebut ini overgeneralisasi, tanda bahwa anak sudah menangkap aturannya. Tentang bahasa dan pikiran, Sapir dan Whorf mengusulkan bahwa bahasa menentukan pikiran; peneliti kemudian menilai pandangan itu terlalu mutlak. Orang Dani di Papua, yang hanya punya dua kata warna, tetap mampu membedakan warna sebaik penutur bahasa Inggris.
Bagian 7.3 membahas strategi pemecahan masalah. Coba-coba (trial and error) berarti mencoba solusi satu per satu sampai berhasil. Bekerja mundur berarti mulai dari hasil akhir yang diinginkan. Dua hambatan diberi nama khusus. Mental set adalah terus memakai cara yang dulu berhasil walaupun jelas tidak berhasil sekarang. Fiksasi fungsi, satu jenis mental set, adalah tidak mampu melihat sebuah benda dipakai selain untuk fungsi aslinya, seperti pada soal lilin Duncker. Bias penjangkaran dan bias peninjauan ke belakang dibahas di kelas Perilaku Organisasi.
| Skenario karangan | Istilah |
|---|---|
| Mencoba kunci dari serenceng kunci satu per satu sampai pintu gudang terbuka | Coba-coba (trial and error) |
| Memakai gagang sendok untuk mencongkel tutup kaleng cat | Lolos dari fiksasi fungsi |