Materi
Psychology 2e Bagian 3.3 membagi sistem saraf menjadi sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan sistem saraf tepi yang menghubungkannya dengan bagian tubuh lain. Sistem saraf tepi terbagi lagi. Sistem saraf somatik mengurus gerak sadar dan membawa informasi indra serta perintah otot. Sistem saraf otonom mengatur organ dalam dan kelenjar di luar kendali sadar, dengan dua cabang: simpatik menyiapkan tubuh menghadapi situasi menegangkan (jantung berdebar, napas cepat), parasimpatik mengembalikan tubuh ke keadaan rutin setelah ancaman lewat.
Bagian 3.4 dan halaman Brain Basics dari NINDS membagi korteks menjadi empat lobus. Lobus frontal untuk penalaran, perencanaan, kendali gerak, dan produksi bahasa; di sini ada korteks motorik dan area Broca. Lobus parietal memuat korteks somatosensori yang memproses sentuhan, suhu, dan nyeri. Lobus temporal memuat korteks pendengaran dan area Wernicke untuk memahami ucapan, dan berperan dalam memori. Lobus oksipital di bagian belakang memuat korteks visual.
Di bawah korteks, sistem limbik memuat hipokampus (penting untuk belajar dan memori), amigdala (pengalaman emosi dan pemberian makna emosional pada ingatan), dan hipotalamus (menjaga keseimbangan tubuh seperti suhu dan nafsu makan). Talamus meneruskan semua informasi indra kecuali penciuman. Di otak belakang, medula mengatur napas, tekanan darah, dan denyut jantung, sedangkan serebelum mengatur keseimbangan, koordinasi, dan keterampilan gerak.
| Kegiatan (contoh karangan) | Bagian yang disebut sumber |
|---|---|
| Menyusun jadwal minggu depan | Lobus frontal |
| Mengenali suara teman di telepon | Lobus temporal (korteks pendengaran) |
| Tenang kembali setelah hampir terpeleset | Sistem saraf parasimpatik |