Materi
Psychology 2e Bagian 2.3 membedakan dua syarat alat ukur. Reliabilitas adalah kemampuan menghasilkan hasil yang konsisten. Jenisnya antara lain reliabilitas antar-penilai (dua pengamat atau lebih sepakat tentang apa yang diamati), konsistensi internal (butir-butir yang mengukur hal sama saling berkorelasi), dan reliabilitas tes-ulang (hasil tetap sama ketika alat dipakai lagi). Validitas adalah sejauh mana alat benar-benar mengukur apa yang hendak diukur, misalnya validitas konstruk, validitas ekologis (hasil berlaku di dunia nyata), dan validitas muka (tampak valid dari luar).
Keduanya tidak setara. Alat yang valid pasti reliabel, tetapi alat yang reliabel belum tentu valid: alat bisa konsisten keliru dengan cara yang sama setiap kali dipakai.
Bagian 2.4 membahas etika. Usulan riset dengan peserta manusia ditinjau komite etik (institutional review board, IRB). Setiap peserta menandatangani informed consent, yaitu uraian tertulis tentang apa yang akan dialami beserta risikonya, pernyataan bahwa keikutsertaan sukarela dan bisa dihentikan kapan saja tanpa sanksi, serta jaminan kerahasiaan data; untuk peserta di bawah 18 tahun, orang tua atau wali yang menandatangani. Penipuan boleh dipakai bila perlu dan tidak membahayakan, tetapi setelah studi peserta wajib menerima debriefing: penjelasan jujur tentang tujuan studi, pemakaian data, dan alasan penipuannya.
| Alat ukur karangan | Reliabel? | Valid? |
|---|---|---|
| Jam dinding yang selalu terlambat tepat lima menit | Ya, selisihnya selalu sama | Tidak, waktunya salah |
| Termometer yang angkanya melompat acak tiap dibaca | Tidak | Tidak |
| Stopwatch yang dikalibrasi dan cocok dengan jam atom | Ya | Ya |