Materi
Psychology 2e Bagian 14.1 memandang stres sebagai proses: seseorang menilai sebuah peristiwa, yang disebut stresor, sebagai mengancam atau melampaui kemampuannya, lalu bereaksi. Lazarus dan Folkman membedakan dua penilaian. Penilaian primer menimbang seberapa besar ancaman sebuah stresor; stresor yang dinilai membuka peluang untuk tumbuh dipandang sebagai tantangan. Penilaian sekunder menimbang pilihan yang tersedia untuk menghadapinya dan seberapa ampuh pilihan itu. NIMH juga mencatat stres bisa positif atau negatif. Hans Selye menamai stres yang memacu kinerja eustres, dan stres berlebihan yang melemahkan distres.
Selye menemukan sindrom adaptasi umum (general adaptation syndrome, GAS), yaitu respons fisiologis tubuh yang sama terhadap stresor apa pun, dalam tiga tahap. Reaksi alarm: tubuh langsung bereaksi terhadap ancaman, mirip respons fight-or-flight yang dinamai Walter Cannon. Tahap resistensi: bila stresor berlanjut, kejutan awal mereda dan tubuh beradaptasi, tetapi tetap siaga dengan intensitas lebih rendah. Tahap kelelahan: bila stresor berlangsung jauh lebih lama, kemampuan tubuh untuk bertahan habis.
Bagian 14.2 memuat Skala Penilaian Penyesuaian Sosial (SRRS) dari Holmes dan Rahe: 43 peristiwa hidup yang masing-masing diberi nilai unit perubahan hidup (life change unit, LCU) antara 11 dan 100. Skornya adalah jumlah LCU peristiwa yang dialami dalam 12 bulan terakhir. Bagian 14.4 membedakan dua jenis koping. Koping berfokus masalah mengubah atau mengatasi sumber stres itu sendiri. Koping berfokus emosi mengurangi emosi negatif tanpa mengubah stresornya, misalnya dengan menilai ulang situasi. Koping berfokus masalah lebih sering muncul bila stresor dirasa bisa dikendalikan.
| Pikiran karangan menjelang presentasi | Istilah |
|---|---|
| "Presentasi besok bisa membuatku dipermalukan." | Penilaian primer: ancaman |
| "Presentasi ini kesempatan dilihat atasan." | Penilaian primer: tantangan |
| "Malam ini aku punya waktu untuk latihan dua kali." | Penilaian sekunder |