Materi
Psychology 2e Bagian 2.3 menjelaskan korelasi sebagai hubungan antara dua variabel: ketika satu berubah, yang lain ikut berubah. Besarnya dinyatakan dengan koefisien korelasi, dilambangkan r, yang bernilai dari −1 sampai +1. APA Dictionary of Psychology menambahkan bahwa +1 berarti hubungan positif sempurna, −1 hubungan negatif sempurna, dan 0 berarti tidak ada hubungan linear.
Angka r dibaca dua kali. Tandanya menunjukkan arah: positif berarti kedua variabel bergerak searah, negatif berarti berlawanan arah. Besar angkanya, tanpa melihat tanda, menunjukkan kekuatan: makin dekat ke 1 atau −1, makin kuat hubungannya dan makin mudah satu variabel meramalkan yang lain; makin dekat ke 0, makin lemah.
Batas terpentingnya: korelasi tidak membuktikan sebab-akibat. Bagian 2.3 menyebut kemungkinan adanya variabel pengganggu (confounding variable), yaitu faktor ketiga yang memengaruhi kedua variabel sekaligus; APA menamai persoalan ini third-variable problem. Bagian yang sama memperingatkan korelasi ilusi, yaitu keyakinan bahwa dua hal berhubungan padahal tidak. Hanya eksperimen dengan penugasan acak yang boleh menyimpulkan sebab.
| Pasangan variabel (data karangan) | r | Cara membacanya |
|---|---|---|
| Tinggi badan dan panjang telapak kaki | 0,72 | Searah; kuat |
| Jam olahraga per minggu dan denyut nadi istirahat | −0,58 | Berlawanan arah; lebih lemah daripada 0,72 |
| Tanggal lahir dan nilai ujian | 0,03 | Hampir tidak berhubungan |