Materi
Psychology 2e Bagian 7.4 mencatat bahwa definisi kecerdasan sudah berganti berkali-kali. Charles Spearman memandangnya sebagai satu faktor umum yang disebut g. Raymond Cattell membaginya dua: kecerdasan kristal, yaitu pengetahuan yang sudah diperoleh beserta kemampuan memanggilnya kembali, dan kecerdasan cair, yaitu kemampuan melihat hubungan yang rumit dan memecahkan masalah. APA Dictionary of Psychology (teori Cattell–Horn) menambahkan bahwa kecerdasan cair dipakai untuk tugas yang relatif baru, sedangkan kecerdasan kristal diukur lewat tes kosakata dan pengetahuan umum.
Robert Sternberg menyusun teori triarkis: kecerdasan analitis (menganalisis, menilai, membandingkan, seperti soal akademik), kreatif (menemukan atau membayangkan solusi baru), dan praktis (solusi yang berhasil dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan pengalaman). Howard Gardner mengusulkan kecerdasan majemuk, sedikitnya delapan: linguistik, logis-matematis, musikal, kinestetik-tubuh, spasial, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis; Bagian 7.4 mencatat teori ini banyak dikritik karena kurang bukti empiris. Kecerdasan emosional mencakup kemampuan memahami emosi diri dan orang lain, berempati, dan mengatur emosi sendiri; definisinya pun masih diperdebatkan.
Bagian 7.5 menjelaskan skor IQ. Tes modern dinormakan pada sampel besar sehingga skornya mengikuti kurva lonceng dengan rerata 100 dan simpangan baku 15. Skor 85 berarti satu simpangan baku di bawah rerata, dan sekitar 68% populasi mendapat skor antara 85 dan 115. Efek Flynn adalah temuan bahwa skor rata-rata tiap generasi lebih tinggi daripada generasi sebelumnya, sehingga norma tes dikalibrasi ulang secara berkala.
| Skor IQ | Jarak dari rerata 100 (SD 15) |
|---|---|
| 130 | +2 SD |
| 100 | 0 (tepat di rerata) |
| 85 | −1 SD |